Cerita Tentang Kehamilan Pertama
Tulisan ini dibuat karena ada beberapa orang(temen) yg menanyakan ttg historis keguguran pada kehamilanku yg pertama. Oleh sebab itu, aku memutuskan mengangkat crita tsb ke blog ini. Dgn begitu, kategori pada blog inipun aku ubah mengikuti historis kehamilanku yg sebenarnya. Pada saat aku mengandung Zhavar, yg tadinya terdapat pada kategori kehamilan ke-1 berubah menjadi kehamilan ke-2. Begitu juga pada kehamilanku saat ini, dahulu terdapat di kategori kehamilan ke-2, sekarang tertulis pada kategori kehamilan ke-3. Mudah2an ga membuat temen2 setia pembaca blog ini bingung yah
.
****************************************
Aku menikah dgn mas Indra pada bulan Desember 2003. Aku, yg selalu teratur mens nya tiba2 pada bulan Januari tidak mens sama sekali. Sehingga pada tgl 3 Feb’04 kontrol ke dokter kandungan. Dan saat itu aku dinyatakan positif hamil. Pada awal2 kehamilan pertama ini aku juga merasakan mual dan kembung. Tp dikarenakan saat itu aku sedang menyelesaikan Tugas Akhir(TA)ku di Trisakti, maka rasa mual & kembungku tsb agak tertutupi krn kesibukan menyelesaikan TA tsb. Kegiatan sehari2 ketika hamil tdk beda dgn temen2 kuliahku yg saat itu tdk hamil. Aku bolak-balik naik tangga kampus. Kadang2 nyetir mobil sendiri ke kampus. Begadang hampir tiap hari demi menyelesaikan TA. Dan kegiatan2 lainnya yg membutuhkan fisik extra.
Masuk bulan ke-2 dari kehamilan pertama, ketika di cek ke dokter semua sehat. Janin berkembang,dll. Hanya saja berat badanku tdk naik sama sekali. Aku maupun si dokter ga curiga sama sekali. Karena menurut dokter itu wajar, apalg mengingat aku masih mual2.
Hingga suatu hari aku menemukan bercak darah(pucat sekali warnanya~pinkies bgitu) di undiesku. Saat itu aku ga menghiraukan noda pink tsb. Karena pernah aku membaca suatu artikel ttg kehamilan, bahwa adalah wajar jika terjadi spotting atau bercak darah spt mens ketika hamil. Penyebabnya bisa jadi bahwa itu sisa2 darah kotor sebelum hamil. Jadilah aku cuek ajah. Dan benar saja, keesokan harinya memang tdk ada bercak darah lg yg kluar. Jadi akupun smakin tdk menganggap itu serius. Seminggu kemudian, tanpa diduga bercak darah itu muncul kembali. Dan kali ini warnanya lebih teran dan segar. Barulah saat itu aku panik. Dan buru2 ngasih tau mas Indra. Malam itu juga kami pergi ke dokter kandungan tuk mengeceknya. Sesampainya dsana, aku udah kebelet pipis banget. Dan menuju ke wc di klinik tempat aku kontrol. MasyaAllah, ternyata spottingnya smakin jelas dan terang. Tdk lama berselang, namaku dipanggil suster. Setelah menceritakan ke dokter apa yg terjadi, langsung aku di USG. Dan terlihat di monitor tsb bahwa kantung ketubannya sudah robek. Otomatis janinnya sudah tdk berkembang lagi alias tdk bisa diselamatkan lagi. Saat itu aku tdk bisa membendung air mataku. Hanya sedih dan perih yg terasa di dadaku. Dokterpun menyarankan aku supaya menunggu sampai si janin keluar sendiri. Dalam arti, aku hrs menunggu sampai tanda2 gugur itu datang. Setelah itu barulah dikuret.
Pada tgl 25 Maret’04, akhirnya aku mengalami mules yg luar biasa. Sampai aku muntah2 dan sekujur tubuh menggigil. Saat itulah aku dilarikan ke RS MMC, tempat dokterku praktek. Dan akhirnya hari itu juga aku dikuret. Alhamdulillah prosesi kuretase tsb lancar, tdk memakan waktu yg lama dan tidak terasa sakit stlh aku dibius total. Akupun tdk perlu menginap di RS. Aku bisa melanjutkan kegiatan sehari2ku seperti biasa. Hanya saja tdk boleh berkegiatan yg terlalu aktif spt loncat2, naik turun tangga, angkat beban berat, dll yg perlu fisik banyak. Secara keseluruhan memang aku merasa fit, cuma lemes dikit. Tp yg paling penting adalah kata dokter, rahimku masih luka krn operasi kuret tsb. Jadi harus dijaga.
Beberapa minggu kemudian, aku juga harus balik lagi ke dokter kandunganku tuk di cek penyebab keguguranku tsb. Dan berdasarkan analisa dan hasil observasi laboratorium, bahwa salah satu kemungkinan penyebabnya adalah ACA. Yaitu adanya pengentalan darah. Sehingga plasenta tdk bisa maksimal menjalankan tugasnya dalam mengantar makanan tuk janin. Oleh sebab itu si janin tdk berkembang dan mengalami abortus alami.
Benar2 suatu kenyataan pahit yg aku harus terima, bahwa aku tdk lagi hamil. Tapi Alhamdulillah dgn berjalannya waktu, aku bisa ikhlas menerima itu. Mulai introspeksi dan mengikuti perawatan tuk ACA(dgn memakan pil anti darah kental tiap hari). Hampir 1 thn lamanya aku memakan pil tsb. Sampai hasil lab menyatakan bahwa kekentalan darahku dinyatakan normal. Dan kamipun mulai program hamil.
Alhamdulillah, akhirnya 2,5 thn stelah keguguran tsb, aku positif hamil untuk yg kedua kalinya.
Dan alhamdulillah juga, 2 thn setelah melahirkan Zhavar, sekarang aku positif hamil tuk yg ketiga kalinya.
SyukronLillaaahi.






