Koninginnedag (Hari Ratu)
Koninginnedag atau Hari Ulang Tahun Ratu Belanda(saat ini adalah Ratu Beatrix) yg tiap tahunnya termasuk tanggalan merah alias hari libur di Belanda, pasti selalu rame. Seluruh masyarakat Belanda merayakannya dengan diadakannya vrijmarkt(pasar bebas). Jadi semua orang boleh berjualan dengan bebas di jalan2, tanpa harus membayar ke pemda ataupun memerlukan ijin tuk berjualan. Biasanya sih atau kebanyakan yg djual adalah barang2 bekas. Meskipun, ada juga yg berjualan barang2 baru. Selain itu juga banyak yg berjualan makanan, cemilan, minuman, atau hanya sekedar buka tenda tuk memasarkan ato promosi perusahaan mereka. Jadi jangan heran, kalo di Koninginnedag ini beberapa ruas jalan sengaja ditutup untuk dijadikan tempat/tenda jualan orang2 dikarenakan banyaknya orang yg berpartisipasi dalam acara vrijmarkt ini.
(foto: depan teda marinir dan amphibinya)
Pokoknya Koninginnedag ini bagi sebagian orang bisa dijadikan sebagai lahan tuk cari uang tambahan deh. Dan bagi sebagian orang lainnya(yaitu aku & keluarga
), acara ini sebagai pelepas kebosanan atas rutinitas sehari2. Menyaksikan acara Koninginnedag bagi kami adalah juga sebuah tamasya yg murah meriah. Tanpa harus membayar apapun, kami bisa melihat2(cuci mata) ke setiap tenda yg ada. Membeli sesuatu pun sangatlah murah. Ya tentu aja murah, karena yg dijual adalah barang bekas(yg mash bagus loh!). Melihat beberapa atraksi, seperti atraksi menyelam, panjat tebing dan aksi penyelamatan darurat yg diadakan oleh Marinirnya Belanda. Juga beberapa pertunjukkan musik jalanan yg menurutku cukup pantaslah tuk dikenakan biaya bagi yg menontonnya. Tp itu semua gratis. GGGR(dgn penekanan huruf ‘g’ seperti layaknya org Belanda melafalkan huruf ini)-ATIS. Memang, segala sesuatu yg tanpa harus mengeluarkan kocek pasti rame.
Bagi yg mempunyai anak kecil(dibawah umur 12thn), di acara Koninginnedag ini juga dsediakan semacam playground dari balon, yg menurutku cukup aman dan cukup besar/luas. Hanya saja karena batasan umur si anak tsb sangat beragam, jd memang dianjurkan tuk para orang tua memantau anaknya masing2. Tentu saja playground ini tdk menyediakan semacam life guard, karena lagi2 fasilitas ini gratisan
.
(foto: cetrum yg penuh sesak)
Kebayang bgt kan, dgn berbagai macam partisipan dan pengunjung yg(ternyata) bukan cuma dari kota Groningen saja, melainkan dari luar kota seperti Delfzijl, Drenthe, dll, centrum Groningen dan sekitarnya dipenuhi oleh manusia.
Koninginnedag ini sebenernya baru dimulai sekitar jam 9 pagi. Tp bagi para partisipan/penjual, mereka harus dateng lebih pagi(sekitar jam 6-an) untuk mendapatkan tempat yg strategis. Karena vrijmarkt inilah, maka sistem yg dipakai ’siapa cepat dia dapat’. Sedangkan para pengunjung bisa datang kapan saja. Seperti kami, yg baru keluar dari rumah sekitar jam stengah 3 sore. Biasanya Koninginnedag ini akan berlangsung sampai pukul 5 sore. Tp sekitar jam 3 sore, sudah banyak penjual yg menggulung tikarnya. Entah karena barang dagangan mereka sudah habis ataupun krn mereka ingin menikmati jg Koninginnedag pada jam2 terakhir penutupan dgn melihat2 tenda2 lain.
(foto: zhavar dgn mainan baru yg bekas)
Aku sendiri kurang begitu suka melihat2 barang yg didagangkan di Koninginnedag. Tapi mas Indra itu termasuk yg doyan dgn pasar loak. Matanya sangat jeli. Sehingga dari berbagai macam rongsokan(menurutku), dia bisa menemukan barang bagus. Contohnya ya kami akhirnya membeli mobil2an tuk Zhavar di salah satu tenda hanya dgn membayar 50cent saja. Sebuah harga yg sangat miring dgn kondisi mobil2an yg masih sangat bagus dan sistem mekanisme yg masih berfungsi. Zhavar yg memang doyan bgt dgn mobil2an sangat senang ketika ayahnya memberikan sebuah mobil ke tangannya. Selama perjalan(sampai pulang ke rumah), mobil2an tsb tdk lepas dari tangannya.
Kami yg memang berangkat dari rumah berjalan kaki dari centrum barat ke timur dan akhirnya kembali lagi ke rumah, cukup kecapean jg sesampainya di rumah. Tapi puaaaasss. Lumayan bisa refreshing. Maklum, kami kan tinggalnya ga di kota gede seperti Amsterdam, Denhaag atopun Rotterdam. Jadi ya dgn adanya rame2 bgini cukup bisa me-restart kepenatan atas kehidupan di Groningen yg cukup monoton
.

Aku sendiri baru tau ttg OKC setelah Zhavar berumur 11 bulan. Itupun tau dari dokter, krn Zhavar sempet punya masalah dgn makan(eating strike). Dan oleh dokter tsb aku dianjurkan tuk datang ke OV(Opvoed Winkel~playgroup), yg merupakan salah satu kegiatan dari OKC . Padahal nih, aku sebenernya udah pernah dtg ke OKC ini semenjak Zhavar umur 1 bulan. Karena saat itu Zhavar pertama kali hrs dtg ke posyandu. Dan tentunya posyandu itu jg merupakan dari OKC.
Akhirnya Zhavar bisa juga mainin ring stacks ini. Aku sih dah beliin mainan ini dari Zhavar umur 5 bulanan
. Tp ya saat itu mainan ini hanya dilempar2 doang sama Zhavar. Dan memang kalo diliat di dus mainannya ini untuk anak 12 bulan ke atas.
Alhamdulillaaah bgt, sekarang Zhavar makannya kembali normal.
. Banyak bgt yg mo ditulis. Sementara waktu yg aku punya dikit. Soalnya Zhavar skrg dah lebih demanding ttg waktuku tuk dia. Sekarang dia bisa narik2 tanganku ato bajuku selama aku berada di depan komputer. Pokoknya dgn segala cara dia akan ngebuat aku menjauh dari komputer kl dia ngerasa lagi butuh aku.
(bukan kemauan diri sendiri). Duh, padahal sih kl masalah pake jilbab ini menurutku lebih baik dimulai krn kesadaran diri sendiri, bukan krn dipaksa atopun terpaksa. Karena banyak kejadian yg make jilbabnya terpaksa/dipaksa, malah akhirnya lepas jilbab, dll. Meskipun ada juga yg diawali krn terpaksa/dipaksa malah akhirnya jatuh hati tuk memakai jilbab terus. Okelah, apapun alasan seseorang tuk memakai sehelai kain di kepala mereka, yg penting(menurutku) adalah mereka akhirnya memakainya dan mudah2an lebih membawa hikmah dan manfaat bagi dia maupun org2 disekelilingnya. Dan jangan heran kalau ada diantara para muslimah yg akhirnya memutuskan memakai jilbab dikarenakan mereka membaca salah satu tulisan2 ttg latar belakang seseorang menggunakan jilbab.
. Krn mayoritas mereka menggunakan jilbab. Dan emang udah wajar bgt kl ada ceramah2 kyk pengajian itu pasti yg dtg menggunakan pakaian yg sopan2 dan tertutup. Tapi teteeep, setelah pulang dari pengajian itu aku lepas jilbab. Jadi emang jilbab itu aku pake khusus pas dtg ke pengajian ibu2 tsb.
). Dan saat itu pula, langsung kupakai jilbab tsb. Tentu saja sebelumnya aku sempat meminta ijin dulu ke mas indra. Sebagai seorang istri udah sepatutnya apa yg aku lakukan hrs meminta ijin & ridho dari suami. Apalg aku berpikir bahwa kami hidup di Belanda. Dimana kami di sini dikarenakan mas Indra hrs kerja sbg researcher. Dan aku takut bila keputusanku memakai jilbab akan mempengaruhi pekerjaan suamiku dgn Profesor2nya. Alhamdulillah sekali, ternyata mas Indra sangat senang dgn keputusanku. Dan menurutnya Profesor2nya sangatlah terbuka dan tidak SARA, sehingga insyaAllah semua lancar.




