• banner yg ke-4 copy
  • ..potret senaz :: April :: 2008

    April 30, 2008

    Koninginnedag (Hari Ratu)

    Tersimpan di kategori: umum

    Koninginnedag atau Hari Ulang Tahun Ratu Belanda(saat ini adalah Ratu Beatrix) yg tiap tahunnya termasuk tanggalan merah alias hari libur di Belanda, pasti selalu rame. Seluruh masyarakat Belanda merayakannya dengan diadakannya vrijmarkt(pasar bebas). Jadi semua orang boleh berjualan dengan bebas di jalan2, tanpa harus membayar ke pemda ataupun memerlukan ijin tuk berjualan. Biasanya sih atau kebanyakan yg djual adalah barang2 bekas. Meskipun, ada juga yg berjualan barang2 baru. Selain itu juga banyak yg berjualan makanan, cemilan, minuman, atau hanya sekedar buka tenda tuk memasarkan ato promosi perusahaan mereka. Jadi jangan heran, kalo di Koninginnedag ini beberapa ruas jalan sengaja ditutup untuk dijadikan tempat/tenda jualan orang2 dikarenakan banyaknya orang yg berpartisipasi dalam acara vrijmarkt ini.

    (foto: depan teda marinir dan amphibinya)

    Pokoknya Koninginnedag ini bagi sebagian orang bisa dijadikan sebagai lahan tuk cari uang tambahan deh. Dan bagi sebagian orang lainnya(yaitu aku & keluarga :D ), acara ini sebagai pelepas kebosanan atas rutinitas sehari2. Menyaksikan acara Koninginnedag bagi kami adalah juga sebuah tamasya yg murah meriah. Tanpa harus membayar apapun, kami bisa melihat2(cuci mata) ke setiap tenda yg ada. Membeli sesuatu pun sangatlah murah. Ya tentu aja murah, karena yg dijual adalah barang bekas(yg mash bagus loh!). Melihat beberapa atraksi, seperti atraksi menyelam, panjat tebing dan aksi penyelamatan darurat yg diadakan oleh Marinirnya Belanda. Juga beberapa pertunjukkan musik jalanan yg menurutku cukup pantaslah tuk dikenakan biaya bagi yg menontonnya. Tp itu semua gratis. GGGR(dgn penekanan huruf ‘g’ seperti layaknya org Belanda melafalkan huruf ini)-ATIS. Memang, segala sesuatu yg tanpa harus mengeluarkan kocek pasti rame.

    Bagi yg mempunyai anak kecil(dibawah umur 12thn), di acara Koninginnedag ini juga dsediakan semacam playground dari balon, yg menurutku cukup aman dan cukup besar/luas. Hanya saja karena batasan umur si anak tsb sangat beragam, jd memang dianjurkan tuk para orang tua memantau anaknya masing2. Tentu saja playground ini tdk menyediakan semacam life guard, karena lagi2 fasilitas ini gratisan :) .

    (foto: cetrum yg penuh sesak)

    Kebayang bgt kan, dgn berbagai macam partisipan dan pengunjung yg(ternyata) bukan cuma dari kota Groningen saja, melainkan dari luar kota seperti Delfzijl, Drenthe, dll, centrum Groningen dan sekitarnya dipenuhi oleh manusia.

    Koninginnedag ini sebenernya baru dimulai sekitar jam 9 pagi. Tp bagi para partisipan/penjual, mereka harus dateng lebih pagi(sekitar jam 6-an) untuk mendapatkan tempat yg strategis. Karena vrijmarkt inilah, maka sistem yg dipakai ’siapa cepat dia dapat’. Sedangkan para pengunjung bisa datang kapan saja. Seperti kami, yg baru keluar dari rumah sekitar jam stengah 3 sore. Biasanya Koninginnedag ini akan berlangsung sampai pukul 5 sore. Tp sekitar jam 3 sore, sudah banyak penjual yg menggulung tikarnya. Entah karena barang dagangan mereka sudah habis ataupun krn mereka ingin menikmati jg Koninginnedag pada jam2 terakhir penutupan dgn melihat2 tenda2 lain.

    (foto: zhavar dgn mainan baru yg bekas)

    Aku sendiri kurang begitu suka melihat2 barang yg didagangkan di Koninginnedag. Tapi mas Indra itu termasuk yg doyan dgn pasar loak. Matanya sangat jeli. Sehingga dari berbagai macam rongsokan(menurutku), dia bisa menemukan barang bagus. Contohnya ya kami akhirnya membeli mobil2an tuk Zhavar di salah satu tenda hanya dgn membayar 50cent saja. Sebuah harga yg sangat miring dgn kondisi mobil2an yg masih sangat bagus dan sistem mekanisme yg masih berfungsi. Zhavar yg memang doyan bgt dgn mobil2an sangat senang ketika ayahnya memberikan sebuah mobil ke tangannya. Selama perjalan(sampai pulang ke rumah), mobil2an tsb tdk lepas dari tangannya.

    Kami yg memang berangkat dari rumah berjalan kaki dari centrum barat ke timur dan akhirnya kembali lagi ke rumah, cukup kecapean jg sesampainya di rumah. Tapi puaaaasss. Lumayan bisa refreshing. Maklum, kami kan tinggalnya ga di kota gede seperti Amsterdam, Denhaag atopun Rotterdam. Jadi ya dgn adanya rame2 bgini cukup bisa me-restart kepenatan atas kehidupan di Groningen yg cukup monoton :D .

     

    April 29, 2008

    Housewives Club

    Tersimpan di kategori: umum

    Apa yg terjadi jika sekumpulan ibu2 rumah tangga ngumpul?

    Masak? Ngobrol? Leyeh2? Ato curhat? Aduuuh, salah dey. Niatnya sih emang kami(mba Inne, mba Nisa, mba Agnes, mba Yeni dan aku) mo masak bareng plus ngobrol2. Tapi acara inti adalah tak lain dan tak bukan FOTO dong.

    Ga tanggung2. Sesi pemotretan pun berlangsung 2 hari. Hayaaa, gaya bgt ya. Ini semua diluar rencana loh. Jadwalnya sih hari senin aja foto2nya, tp diluar dugaan cuaca sangat tidak mendukung. Hari senin, Groningen dipenuhi oleh awan dan sedikit air yg jatuh dari langit alias rintik2 hujan. Jadilah kami hanya bisa berfoto ria sore hari dan hanya sebentar.

    Kemudian, karena memang udah niat mo foto jadilah dibikin jadwal tuk esok harinya. Dgn berharap semoga caca kali itu mendukung. Ternyata memang cuaca bagus ketika hari Selasa. Namun, namanya juga rencana pastiii ada aja yg ga berjalan dgn lancar. Yg niatnya foto sore jam stengah 4, menjadi molor ke jam 6 sore. Tapi teteeeep, kami foto2 juga.

    Lalu, anak2 gimana? Anaknya mba Inne dan mba Agnes yg memang udah termasuk cukup umur(6-10 thn) ditinggalin di rumah mba Nisa. Sementara Zhavar ikut kami di kereta dorongnya.

    Makasih ya nak, dah mengerti bundanya lg pgn narsis sama ibu2 lain :D .

    Hasilnya? Alhamdulillah bagus2(wkakaka). Tp ya tuk konsumsi pribadi ajah. Berikut satu cuplikan dari hasil foto2nya.

     

    April 27, 2008

    Zhavar & Kevin

    Tersimpan di kategori: umum

    Terakhir kali Zhavar ketemu Kevin adalah waktu Kevin nengokin Zhavar lahir. Jadi setaunan yg lalu. Kalo dulu Kevin belum terlalu criwis, sekarang udah cas cis cus. Kalo dulu Zhavar masih bayi bgt, sekarang udah bisa jalan.

    Zhavar main ke rumahnya Kevin dalam rangka diundang Kevin ulang taun ke-3. Kebetulan Kevin ini baru pindah rumah. Dan rumahnya yg sekarang ada halamannya luas di belakang rumah plus berseberangan dgn sawah dan peternakan. Jadi selama di rumah Kevin, Zhavar seneng bgt main di kebon belakangnya. Apalg pas liat ada kuda. Wah, langsung deh matanya melotot dan ga berkedip tanda takjub krn baru pertama kali ngelat hewan segede itu.

    Meskipun Zhavar da Kevin beda umur, tp mereka akur banget. Kevin dah ngemong Zhavar bgt. Kl Zhavar ngerebut mainan Kevin, pasti Kevinnya ngalah. 

    Duh, senangnya Zhavar main dgn Kevin. Sayang bgt kita tinggalnya ga satu kota ya. Kalo iya, pasti Zhavar seneng bgt ada temen mainnya terus. 

    April 24, 2008

    Sekilas ttg Ouder Kind Centrum-Groningen

    Tersimpan di kategori: umum

    OKC(Ouder Kind Centrum) adalah sebuah tempat kegiatan yg disediakan pemerintah Belanda, khususnya pemda wilayah Groningen untuk orang tua dan anak-anak(dari umur 0-12 thn). Di tempat ini banyak sekali fasilitas yg disediakan bagi para org tua dan anak2. Dari perpustakaan, kolam renang, tempat olah raga, posyandu, tempat penitipan anak, bilyard dan masih banyak lagi. Yg jelas OKC ini meliputi berbagai kegiatan dibidang pendidikan, kesehatan, perkembangan anak, olahraga dan permainan, juga musik dan kegiatan ektrakurikuler.

    OKC-Groningen Aku sendiri baru tau ttg OKC setelah Zhavar berumur 11 bulan. Itupun tau dari dokter, krn Zhavar sempet punya masalah dgn makan(eating strike). Dan oleh dokter tsb aku dianjurkan tuk datang ke OV(Opvoed Winkel~playgroup), yg merupakan salah satu kegiatan dari OKC . Padahal nih, aku sebenernya udah pernah dtg ke OKC ini semenjak Zhavar umur 1 bulan. Karena saat itu Zhavar pertama kali hrs dtg ke posyandu. Dan tentunya posyandu itu jg merupakan dari OKC.

    Jadi intinya, memang OKC di sini meliputi banyak kegiatan dan bidang. Pokoknya kalo mo mencari tau ttg sesuatu ato mo ikut kegiatan tertentu ya tinggal dateng aja ke OKC ini(ke meja informasi) dan pasti lsg dapet jawabannya.

    Contohnya niii, untuk yg mau belajar bahasa belanda di sini juga ada sarananya. Dengan tempat yg memadai plus guru yg berpengalaman, kita bisa ikutan les bahasa belanda di sini. Yg ngebuat OKC ini istimewa adalah hampir seluruh fasilitasnya GRATIS. Les bahasa belanda gratis. Playgroup gratis. Penitipan anak(0-2thn) gratis. Internet gratis. Dll. Meskipun gratisan, sarana dan pra sarananya sangatlah lengkap dan dalam kualitas yg bagus(bersih dan layak pakai). Yg bayar biasanya fasilitas yg emang membutuhkan perawatan. Kayak misalkan mau berenang, itu kita musti bayar.

    Bagi aku, seorang ibu yg punya anak, OKC ini cukup banyak manfaatnya. Bisa ketemu dgn ibu2 lain, berbagi informasi, praktek bhs belanda, dll. Dan ternyata bagi para manula, OKC ini juga cukup diminati. Karena banyak sekali fasilitas dan program khusus manula di sana. Jadi jangan heran kalo ke OKC selain melihat anak2 kecil berkeliaran main2, ada juga para manula, yg tentunya mereka berada di lain ruangan. 

    OKC ini di Groningen jg bukan hanya ada di satu lokasi saja. Di tiap daerah ada. Jadi kalo misalkan si A tinggalnya di daerah utara, maka dia bisa ke OKC yg letaknya di utara juga. Jadi hampir semua orang, dimanapun dia tinggal bisa mempergunakan fasilitas OKC ini.

    Nah, mungkin OKC inilah yg akan membuat aku kangen dgn Belanda jika nanti akhirnya kami kembali ke Indonesia.

    Hmm..Andaikan di Jakarta ada OKC spt ini…. 

    April 22, 2008

    Zhavar 14 Bulan

    Tersimpan di kategori: anak usia 12-24 bln

    Udah lama aku ga nulis perkembangannya Zhavar. Terakhir kali waktu Zhavar berumur 11 Bulan 4 minggu. Jadi di bawah ini aku tulis perkembangan Zhavar semenjak 12 bulan s.d 14 bulan. Dan tentu aja cuma yg aku inget :) .

    Pertama Kali Potong Rambut

    Akhirnya rambut Zhavar dipotong juga(4 April’08). Sebenernya aku ga pengen rambut Zhavar dipotong. Karena aku pgn liat rambutnya dia kl gondrong gimana. Apalg kan rambut Zhavar kriting tuh, jd pasti lucu deh. Tp ternyata, krn rambut kritingnya itulah pas udah nanggung antara pendek dan panjang, rambutnya bener2 ga keruan. Pokoknya berantakan bgt. Jadi dgn berat hati, aku minta tlg ke mas indra tuk potongin rambutnya Zhavar :( . Dan ternyata hasilnya bagus juga kok :) .

    Waktu proses potong rambut ini, Zhavar anteng bgt. Padahal aku udah siap siaga mo megangin badan dia, kalo misalkan dia meronta2. Eh, ternyata dia sangat menikmati ketika tiap helai rambutnya dipotong oleh ayahnya. Alhamdulillah deh kl gitu. Jadi aku bs sibuk potret sana-sini. 

     

    (foto: potongan pertama–rambut masih gondrong)

    (foto: rambut setelah dipotong) 

    Ajyaaaaah

    Nah, kata ‘ajyah’ skrg udah sering keluar dari bibir mungilnya Zhavar(7 April’08). Maksudnya dia sih mo bilang ‘ayah’, tp yg keluar ‘ajyah’.

    Tapi niiii, akhir2 ini udah lebih jelas manggil ayahnya. Dan kalo dulu dia blm ngerti bahwa ‘ajyah’ itu adalah ‘ayah’. Sekarang(11 April’08), dia manggil mas indra udah dgn kata ‘ayah’. 

    Body Language

    Nunjuk2, narik2, dorong2, ngebawa sesuatu, tangan ke atas, dan masih banyak lagi adalah beberapa dari bahasa tubuh yg dah dilakukan Zhavar tuk berkomunikasi dgn org lain, khususnya aku & mas indra. Karena Zhavar cuma bisa bahasa  bayi, jd untuk mengutarakan keinginannya dia pasti dgn menggunakan salah satu dari bhs tubuh yg aku sebut di atas. Beberapa contohnya adalah ketika tangan dia dua-duanya ke atas adalah tanda bahwa Zhavar mau digendong. Nunjuk2 ke suau benda adalah  ketika Zhavar ingin main dgn benda itu. Narik2 baju aku ato  mas indra adalah ketika dia berusaha mencari perhatian dari kami. Dan lain-lain.

    Nah, membaca bahasa tubuh si anak adalah perkerjaan yg susah2 gampang. Ada kalanya Zhavar sambil berceloteh jg menggunakan bhs tubuhnya dia. Dan saat itu kami berusaha tuk bs menangkap apa yg dia maksud. Karena biasanya anak2 umur segini suka stress jg kalo keinginannya ga bs terpenuhi. Maksudnya stress disini bukan kyk stressnya org tua sih. Cuma teriak2 ga jelas ajah ato bhs kerennya tantrum. Kalo udah tantrum, usaha yg bisa dilakukan kami adalah mengalihkan perhatiannya Zhavar ke benda lain/mainan lain. Biasanya stlh itu ga bakal rewel lg. 

    Cium Tangan

    Cium tangan ato di Jawa biasanya disebut dgn salim udah bisa dilakukan Zhavar semenjak liburan ke Indonesia bulan Maret lalu. Awal2nya sih udah kami ajarin di Belanda(sebelum ke Indonesia), cuma praktek intensnya baru di Jakarta. Dan setelah balik ke Belanda lagi, baru Zhavar mulai lebih ngerti lg kalo aku ato mas indra suruh dia salim ke seseorang.

    Nendang Bola

    Dari kecil Zhavar emang udah seneng bgt main bola. Tapi dulu dia cuma bisa lempar2 bola aja(pake tangan). Sekarang(10 April’08) dia udah bisa nendang bola pake kakinya.

    Yg ngajarin pertama kali dia nendang bola adalah eyang papanya(papaku), waktu di Indo. Tp baru berhasil bisa nendangnya justru di Belanda.

    Ring Stacks
     

    Akhirnya Zhavar bisa juga mainin ring stacks ini. Aku sih dah beliin mainan ini dari Zhavar umur 5 bulanan emoticon. Tp ya saat itu mainan ini hanya dilempar2 doang sama Zhavar. Dan memang kalo diliat di dus mainannya ini untuk anak 12 bulan ke atas.

    Tp mgkn krn aku udah beliin dari dulu, jadi Zhavar ga terlalu doyan mainin ring stacks ini, dgn kata lain bosen kali yaaa. Jadi kalo dia udah masukin semua ringnya, dia langsung ngacir cari mainan lain. 

     Hidung & Pipi

    Biasanya, tuk mulai mengenalkan anak pada beberapa kosa kata lebih mudah dimulai pada anggota tubuh bagian muka. Zhavar oleh mas indra udah diajarin hidung & pipi. Alhamdulillah kalo ditanya "mana pipinya?" Zhavar langsung menunjuk pipinya dia sendiri.

    Pilih baju sendiri

    Ternyata yaaa, anak umur 1 thn udah bisa milih baju sendiri loh. Ck ck ck. Kalo abis dimandiin, dalam keadaan bugil Zhavar langsung menuju ke lemari pakaiannya. Ngubek sana-sini dan mengambil baju yg dia suka. Kadang2, dia ngambilnya bukan cuma 1 doang. Melainkan 2. Dan kedua baju tersebut minta dipakein ke badannya. Walhasil dia jd pake baju dobel2 kayak rapper. Untuuung aja Groningen dingin, jd pake baju dobel malah bagus ga kedinginan. 

    Zhavar & Makan

    Alhamdulillaaah bgt, sekarang Zhavar makannya kembali normal.

    Soalnya selama di Jakarta, dia nafsu makan sangat berkurang. 

    Tp kl sekarang. Wuiiih, makan lasagna, roti, macaroni, spaghetti, semur, sop ayam, dll, mauuuu ajah.

    Dan yg lebih menggembirakannya lagi adalah semuanya adalah hasil jerih payahku. Maksudnya yg masak aku semua. Karena sempet juga dulu ada masanya dia ga doyan dgn hasil masakanku, tp kl di ajak makan di luar malah lahap :( . Alhamdulillah itu ga kejadian lagi.

    Eniwei, selain berita gembira ttg jumlah asupan makanan yg dimakan Zhavar, sekarang Zhavar kalo udah waktunya makan dia akan dgn sendirinya minta ke aku ato mas indra tuk dinaikin ke kursi makannya dia(booster seat). Horeee, dia udah ga anti makan lagi. Mudah2an sampe gede ga pake acara susah makan lg deh. Soalnya kl dia males makan yg stress aku :) .  

    (foto: Zhavar di booster seat-nya) 

    Naik-Turun Tangga

    Berhubung rumah kami di sini cuma 1 lantai, jadi Zhavar sama sekali ga pernah kontak/berinteraksi/mengenal tangga. Nah, waktu ke Jakarta udah jelas bgt dia lsg ketemu dgn tangga di mana2. Di rumah kakek-neneknya(ortu mas Indra) ato eyang papa-eyang mama(ortuku) ato ke rmh sodara, pasti ada tangganya. Dari situlah Zhavar langsung eksplor tangga. Awal2 sih masih dgn gaya merangkak naik & turunnya. Tp setelah mencoba berkali2, dia udah mulai terbiasa dgn cara berdiri tp megang railing tangganya.

    Sekarang pun, setelah di Groningen kalo ada trap, entah itu tangga ato cuma pembatas jalan antara trotoar dgn jalanan, dia udah bisa naik/turun tanpa pegangan.

    Pasir Putih

     

    Meskipun di Groningen ga punya pantai, tp di taman Noorderplantsoen ada pasir putihnya loh :) . Disinilah biasanya Zhavar main. Aku ga perlu komentar banyak. Udah terlihat jelas dari fotonya kalo Zhavar sangat syahdu sekali ketika menyerok pasir putih tsb.

    Anggur

    Berawal dari eyang uyut Kudus yg ngasih Zhavar anggur ungu ketika di Jakarta. Semenjak itu, Zhavar lsg kepincut sama buah yg satu ini. Kalo ngeliat anggur, mau warnanya ungu kek ato ijo, manis kek ato ngga, dia pasti mau makan tuh anggur. Sampe aku tuh sempet malu, ketika aku ajak ke OW(playgroup) ada salah satu anak yg makan anggur, dan Zhavar lsg nyamperin sambil tangannya nunjuk2 ke anggur tsb. Huaaa, malu deh akuuu. Sementara aku emang ga pernah ngebawain Zhavar buah ketika ke OW. Jadi kalopun aku minta anggurnya si anak tsb, ga ada yg bisa dibuat barter deh. Untung sekali si ibu dari anak tsb baek hati dan ngasih Zhavar 1 anggur :D .

    Pulang dari OW, aku lsg ke toko buah dan beli anggur ijo 1 kotak khusus tuk Zhavar. Dan meskipun ternyata si anggur ijo itu asem, Zhavar tetep doyan.

    Anti Aku di Komputer

    Ada lagi nih kesukaan Zhavar yg terbaru. Dia paling ga suka kalo aku di depan komputer. Padahal niiii, komputer tuh bener2 barang yg plg deket sama aku. Karena diriku emang ga pernah bosen di depan komputer(dgn catatan nyambung ke internet loh ya..kl ga ada internetnya sih ya males jg :D ).

    Oleh sebab itu, diriku sangatlah lamaaa sekali meng-update blog ini. Soalnya berarti aku cm bisa ngeblog pas Zhavar tidur malem. Dan biasanya aku jg bakal udah cape. Jd yg ada ga jadi ngeblog, melainkan bobo manis :) .

    April 4, 2008

    Kenapa Wanita Muslim Memakai Jilbab?

    Tersimpan di kategori: umum

    Sampe hari ini aku belum sempet menuliskan ttg cerita liburan slama di Indonesiaemoticon. Banyak bgt yg mo ditulis. Sementara waktu yg aku punya dikit. Soalnya Zhavar skrg dah lebih demanding ttg waktuku tuk dia. Sekarang dia bisa narik2 tanganku ato bajuku selama aku berada di depan komputer. Pokoknya dgn segala cara dia akan ngebuat aku menjauh dari komputer kl dia ngerasa lagi butuh aku.

    Meanwhile, aku dapet tag dari Amel nih. Nah karena tag ini bersifat ’sunah’*senyum*, jadi aku mendahulukan tag ini dulu deh. Topik yg diambil cukup menarik "Kenapa Muslimah Memakai Jilbab?". Ato mungkin lebih tepatnya aku harus menceritakan asal muasal aku memutuskan tuk memakai jilbab. Setiap org pasti mempunyai cerita masing2. Dan sampe sekarang kl baca latar belakang cewe2 yg memutuskan tuk menutup mahkotanya itu, aku pasti selalu terkesima. Bukan cuma terkesima dalam arti positif aja. Pernah juga yg negatif. Kyk misalkan ternyata si cewe pake jilbab karena terpaksaemoticon(bukan kemauan diri sendiri). Duh, padahal sih kl masalah pake jilbab ini menurutku lebih baik dimulai krn kesadaran diri sendiri, bukan krn dipaksa atopun terpaksa. Karena banyak kejadian yg make jilbabnya terpaksa/dipaksa, malah akhirnya lepas jilbab, dll. Meskipun ada juga yg diawali krn terpaksa/dipaksa malah akhirnya jatuh hati tuk memakai jilbab terus. Okelah, apapun alasan seseorang tuk memakai sehelai kain di kepala mereka, yg penting(menurutku) adalah mereka akhirnya memakainya dan mudah2an lebih membawa hikmah dan manfaat bagi dia maupun org2 disekelilingnya. Dan jangan heran kalau ada diantara para muslimah yg akhirnya memutuskan memakai jilbab dikarenakan mereka membaca salah satu tulisan2 ttg latar belakang seseorang menggunakan jilbab.

    Nah, lalu bagaimana dgn diriku? Sejak kapan aku menutup mahkotaku? Dan adakah crita dibalik keputusan itu?

    Pertama kali aku memutuskan tuk menggunakan jilbab adalah ketika tahun 2004, tepatnya bulan Agustus di Groningen ini.

    Dulu, sebelum menikah, ketika kuliah, aku sering mengadakan pengajian tuk remaja di rumahku, yg kuberi nama Pengajian Muda Mudi Harmoni(PMMH). Saat itu setiap sebulan sekali jika ada PMMH, aku selalu memakai kerudung. Belum kepikiran tuk memakai jilbab sama sekali. Pokoknya hanya ketika ada PMMH aja aku menutup rambutku, dan itu pun dgn kerudung yg udah jelas membuat rambutku tetep terlihat kemana2.

    Lalu, semenjak nikah, PMMH sudah tidak aktif lagi. Aku sudah sibuk menjadi ibu rumah tangga emoticon, sehingga ga sempet ngurus PMMH. Tapi urusan siraman rohani alhamdulillah masih bisa aku ikuti krn mamaku mempunyai pengajian khusus ibu2 di rumah tiap sebulan sekali, yg bernama Pengajian Harmoni(PH). Hampir tiap bulan aku selalu mengikuti PH yg diadakan mamaku. Trus, selain itu aku juga diajak oleh mba Siriz(kakakku) tuk dateng ke pengajian ibu2 lain yg ada di daerah kebayoran jg. Mulai dari siti tiap mo dtg ke pengajian pasti aku pake jilbab. Alasan utama aku memakai jilbab ketika pengajian tsb ya kurang lebih krn rasa ga enak dgn ibu2 tsbemoticon. Krn mayoritas mereka menggunakan jilbab. Dan emang udah wajar bgt kl ada ceramah2 kyk pengajian itu pasti yg dtg menggunakan pakaian yg sopan2 dan tertutup. Tapi teteeep, setelah pulang dari pengajian itu aku lepas jilbab. Jadi emang jilbab itu aku pake khusus pas dtg ke pengajian ibu2 tsb.

    Meskipun bgitu, stiap aku melepas jilbabku selepas dari pengajian ada yg berasa aneh & ada yg kurang. Dari situ keinginan aku tuk memakai jilbab mulai tumbuh. Apalg ketika aku ngeliat mamaku dan kakakku yg memakai jilbab sejak dulu terlihat sangat anggun, berwibawa dan di hormati/dihargai oleh semua org, terutama laki2. Pokoknya ga ada deh laki2 yg matanya jelalatan. Yg ada justru rasa kagum yg tersinar dari mata mereka kl melihat kedua perempuan tsb. Yes, they’re my role models. As a woman, a wife and also a mother.

    Aku tau bahwa di Islam wanita dianjurkan tuk menutup auratnya dan salah satunya adalah jilbab ini(meskipun ada beberapa faham yg lebih longgar). Tapi ternyata keinginanku tuk memakai jilbab belum kukuh juga. Rasa ingin itu ada, tp kalo bisa dinilai masih di angka 8, belum 10. Jadi aku belum memutuskan tuk memakai jilbab. Sebenernya bisa aja sih saat itu aku lsg pake jilbab terus. Tapi aku ngerasa belum yakin. Aku pengen ketika aku pake jilbab, aku siap ga cuma secara fisik, dalam arti berubah penampilan doang. Tapi jg secara psikis ato emosi dan perilaku. Aku pengen pake jilbab bukan cuma kepalaku ajah. Tapi juga pribadiku. Aku pengen pake jilbab, sehingga bisa membawa nama baik Islam. Yg mencerminkan Islam. Bukan asal nutup kepala doang. Hmm, kl gitu sih pake topi jg bisa ya..hehehe..

    Trus sampe beberapa bulan kemudian, keinginan pake jilbab belum nambah2. Aku bener2 disibukkan dgn urusan kepindahan aku & suami yg hrs ke Belanda.  

    Setelah di Belanda beberapa minggu, entah gmn awalnya tiba2 aku ngerasa pengen pake jilbab. Rasa itu terus bertambah. Aku sering bgt sms dgn mba Siriz. Tanya ini-itu yg berhubungan dgn Islam. Pokoknya kakakku itu sangatlah ngebantu aku dalam hal agama deh. Ilmu2 agama secara mendalam sebagai wanita di Islam banyak sekali aku dpt dari beliau. Ya seperti aku blg di atas, bahwa mama dan kakakku adalah idolaku. Dan ketika aku lg semangat ato memuncak rasa ingin memakai jilbab, tiba2 keluargaku di Jakarta mengabarkan bahwa mereka akan menengok aku ke Belanda. Ga tanggung2. Yg dateng ada 8 orang. Eyang Kakung & Eyang Putri(dari papa), Mbah Putri(dari mama), Mama, Adik, Tante Ita(adik mama) & Tasya(anaknya), Tante Erna(adik papa). Mendengar hal tsb, rasa kebingunganku tuk memakai jilbab di Belanda terjawab sudah. Aku ga perlu pusing2 cari tau beli jilbab di sini di mana. Cara memakainya gimana, dll. Karena ada mamaku beserta rombongan yg datang ke Belanda dgn membawa jilbab yg sangat banyak untukku. Kakakku pas tau ketika akuu memutuskan tuk memakai jilbab juga ikut menitipkan beberapa jilbab utk ku ke mamaku. Alhamdulillah, bulan itu, Agustus 2004, aku dibanjiri dgn oleh2 dari Jakarta berupa jilbabs(majemukemoticon). Dan saat itu pula, langsung kupakai jilbab tsb. Tentu saja sebelumnya aku sempat meminta ijin dulu ke mas indra. Sebagai seorang istri udah sepatutnya apa yg aku lakukan hrs meminta ijin & ridho dari suami. Apalg aku berpikir bahwa kami hidup di Belanda. Dimana kami di sini dikarenakan mas Indra hrs kerja sbg researcher. Dan aku takut bila keputusanku memakai jilbab akan mempengaruhi pekerjaan suamiku dgn Profesor2nya. Alhamdulillah sekali, ternyata mas Indra sangat senang dgn keputusanku. Dan menurutnya Profesor2nya sangatlah terbuka dan tidak SARA, sehingga insyaAllah semua lancar.

    Awalnya, semua terlihat sangat mudah. Hingga beberapa minggu setelah aku memakai jilbab di Belanda, aku menyadari bahwa ada beberapa org yg melihat aku berbeda dibanding sebelumnya. Yg biasanya kalo ke pasar aku berlangganan belanja sayur di tenda A, tiba2 si penjual sayur di tenda A tsb tdk melayaniku spt biasanya. Dan masih banyak lagi kejadian2 yg lain. Saat itu, aku mulai agak2 turun semangat memakai jilbabnya. Aku merasa mulai tidak nyaman. Meskipun demikian, aku ga pernah melepaskan jilbabku. Banyak sekali cobaan2 selama awal2 aku memakai jilbab. Tapi alhamdulillah itu tdk berlangsung lama. Karena dgn berjalannya waktu, smua semakin dimudahkan oleh Allah. Dan aku masih diberi kekuatan tuk memakainya dgn bangga. Hingga detikt ini, aku masih terus memperbaiki diriku dalam rangka memberi gambaran ke orang2 bahwa wanita muslim yg memakai jilbab tidak sembarangan, yg berprilaku buruk atopun bisa dilecehkan. Dengan terpasangnya jilbab di kepalaku, otomatis aku mengemban tugas yg berat sbg muslimah yg hrs berprilaku Islami. Itulah yg masih hrs aku perbaiki & tingkatkan.

    Bgitulah sekilas crita knapa aku memakai jilbab.

    Sekarang giliran temen2ku yg hrs menceritakan kisah mereka masing2. Tuk Um Ibrahim, mba Nin, Dhira, mba Vita & Ulan, selamat bernostalgia :D .

    April 2, 2008

    Kembali ke Groningen

    Tersimpan di kategori: umum

    Aaaah..akhirnya setelah berlibur ke Jakarta selama sebulan dari tgl 26 Februari sampe 26 Maret, kami kembali lagi ke Groningen yg dingin.

    Tentunya banyak bgt crita yg bakal terposting di blog ini. Tapiii, berhubung aku, mas Indra maupun Zhavar dalam kondisi yg kurang fit alias batuk & pilek..Jadi mungkin(mungkiiiin looo), aku baru bisa nulis lagi akhir minggu ini. InsyaAllah.

    Sementara itu, aku cm bisa blogwalking ajah tuk mengetahui perkembangan temen2 blogger ku.

    Oia, ini ada foto Zhavar waktu di CarreFour Lebak Bulus. Hehehe, bukannya foto di Monas malah di CarreFour emoticon.

     

    Foto2 lainnya insyaAllah menyusul.