• banner yg ke-4 copy
  • ..potret senaz :: Bayi Jatuh??? :: February :: 2008

    February 22, 2008

    Bayi Jatuh???

    Tersimpan di kategori: anak usia 1-12 bln, info/tips

    Kayaknya hampir semua bayi pernah mengalami jatuh deh. Karena sebagai orang tua, meskipun kita udah mengawasi si anak sedemikian rupa, pasti adaaa aja lengahnya. Dan hanya dalam hitungan detik, bisa terjadi hal2 yg tdk diinginkan pada si anak. Nah, kalau udah gini kita(orang tua) pasti yg ada nyesel bgt dan bingung mo berbuat apa. Termasuk aku, kalau Zhavar jatuh yg bisa dibilang lumayan sering :( , suka ga sigap dgn situasi ini. Yg ada malah aku ikutan panik.

    Nah, di bawah ada salah satu artikel ttg Pertolongan Pertama Bayi Jatuh dari tabloid Nakita yg aku dapet dari posting member milis Asi For Baby.

    Sengaja aku posting di blogku, krn info ini jg penting buat aku. Jadi, silakan di baca baek2. Oleh karena info ini sangatlah berguna(menurutku), bukan hanya tuk seorang ibu tp jg org2 yg dikelilingi oleh anak2 kecil(adik, keponakan, sepupu, dll). 

    PERTOLONGAN PERTAMA BAYI JATUH

    Hati-hati jangan langsung menggendongnya. Pastikan dulu bagaimana
    kondisinya!

    Usia bayi adalah masa rawan terjadi kecelakaan. Saat ia belajar
    berguling umpamanya dan orangtua lengah, ia bisa saja terjatuh dari
    tempat tidur. Untuk itulah manajemen penanganan kasus bayi terjatuh
    amat diperlukan. Yang pasti, saat si kecil terjatuh, jangan hanya
    mengkhawatirkan bagian kepala saja, karena semua anggota tubuhnya
    memiliki risiko yang sama untuk mengalami benturan yang dapat
    membahayakannya. Berikut penjelasan dr. Anna Tjandra, Sp.A dari RSAB
    Harapan Kita, Jakarta mengenai manajemen kecelakaan pada anak yang
    sederhana, yaitu:

    * Menyaksikan langsung anak terjatuh.

    - Perhatikan bagian mana dari tubuh anak yang mengalami benturan.

    - Ingat proses jatuhnya, apakah langsung menghujam ke lantai atau
    terbentur sesuatu terlebih dahulu baru ke lantai.

    - Pastikan dari ketinggian berapa meter anak terjatuh dan media apa
    yang menjadi tempat pendaratannya.

    - Lihat dan perhatikan baik-baik kondisi si kecil. Apakah setelah
    jatuh langsung menangis dan menggerak-gerakkan semua anggota
    badannya? Jika ya, kita bisa langsung menggendong untuk
    menenangkannya. Setelah ia tenang, baru lakukan observasi.

    - Adapun observasi yang perlu dilakukan adalah:

    + Cari dan ingat bagian-bagian mana saja yang lebam/benjol/ memar di
    seluruh anggota badan bayi. Jika menemukan benjolan di kepala atau
    memar di badan, boleh diobati dengan obat antitrauma oles. Jika pada
    bagian kepala tidak ditemukan lebam atau benjol, tapi bayi menangis
    saat dipegang, larikan segera ia ke rumah sakit terdekat.

    + Coba gerakkan kedua tangan bayi, ke samping, ke atas, ke bawah, ke
    depan, lalu rentangkan dan angkat-angkatlah. Jika ada keluhan
    pastikan di tangan yang mana dan saat dalam posisi seperti apa. Ini
    sebagai bahan untuk dilaporkan ke dokter.

    + Lakukan hal yang sama pada kaki.

    + Tengokkan kepala bayi ke kanan dan ke kiri. Coba dekatkan dagu
    bayi ke dada secara perlahan. Jika ada keluhan catat sebagai laporan
    pada dokter.

    + Miringkan badan si kecil ke kiri dan ke kanan. Jika ada keluhan
    catat dan laporkan ke dokter.

    - Observasi perlu dilakukan selama 2x24 jam. Jika dalam kurun waktu
    itu ada keluhan, apalagi sampai muntah dengan menyembur, segera
    larikan ke rumah sakit terdekat.

    - Sebaliknya bila setelah jatuh dalam keadaan sadar tapi pasif
    (apalagi tidak menggerak-gerakkan anggota badannya) jangan
    mengangkatnya. Hubungi UGD rumah sakit terdekat atau 118 untuk minta
    pertolongan paramedis. Salah mengangkat dalam kondisi seperti ini
    dapat berisiko fatal.

    * Jika menemukan si kecil sudah di lantai.

    - Perhatikan keadaan bayi; sadar atau tidak, menangis atau tidak,
    dapat menggerak-gerakkan anggota badan atau tidak. Jika ia tidak
    sadar atau sadar tapi pasif, ingat jangan menggendongnya, tapi
    segera minta bantuan paramedis terdekat, UGD atau 118.

    - Perhatikan dalam posisi seperti apa si kecil saat ditemukan.

    + Jika dalam keadaan tengkurap kemungkinan besarnya aman. Tapi kita
    mesti melakukan pemeriksaan seputar bahu, kedua tangan, dada dan
    kaki. Caranya gerakkan tangan ke atas, depan, samping. Jika ada
    keluhan sakit segera bawa ke dokter.

    + Jika dalam keadaan telentang. Periksa dan perhatikan daerah kepala
    bagian belakang, leher, punggung, dan panggul, mulai dari tanda
    lebam atau merah, hingga keluhan sakit saat disentuh dan digerakkan
    seperti yang telah disebutkan di atas. Pastikan bayi tidak muntah
    atau mengalami penurunan kesadaran dalam 2x24 jam. Jika ada keluhan
    segera larikan ke dokter.

    + Jika bayi ditemukan dalam posisi miring, kanan atau kiri.
    Perhatikan dan periksa kepala, tangan yang menjadi tumpuan badan,
    juga kaki. Lakukan pemeriksaan seperti yang disebutkan di atas. Jika
    ada keluhan segera larikan ke dokter.

    + Jika ditemukan dalam posisi duduk. Periksa dan pastikan bayi masih
    sadar, biasanya menangis, dan mampu menggerakkan anggota badan.
    Periksa bagian panggulnya, ada tidak tanda memar, merah, atau sakit
    saat dipegang atau digerakkan. Jika ya segera larikan ke dokter.

    * Pemeriksaan lain yang perlu dilakukan

    - Dalam posisi apa pun jatuhnya si kecil, jangan lupa melakukan
    pemeriksaan mata. Baiknya menggunakan senter:

    + Masih bereaksikah saat kita senter matanya, mengedip, menutup
    matanya atau kaget. Jika tidak bawa segera anak ke rumah sakit.

    + Gerakan senter ke kanan dan ke kiri, masih mampukah bayi mengikuti
    gerakan sinar. Jika tidak ia harus segera dilarikan ke rumah sakit.

    + Perhatikan pupil matanya, apakah pupil mata yang kiri dan kanan
    sama besar/kecilnya saat kita senter satu per satu. Jika sama kita
    bisa bernapas lega. Bila tidak, bayi perlu menjalani pemeriksaan
    lebih lanjut, seperti CT Scan.

    - Ukur dan pastikan si kecil jatuh dari ketinggian berapa. Sebab
    semakin tinggi pastinya gaya gravitasi bumi akan lebih kuat menarik
    si anak. Tentu efek yang ditimbulkan pun semakin besar.

    EFEK POSISI JATUH

    Di bawah ini kemungkinan- kemungkinan yang bisa terjadi pada bayi
    saat terjatuh. Dengan pengetahuan ini diharapkan orangtua bisa lebih
    memahami kondisi bayi bila terjatuh dan mampu melakukan pertolongan
    pertama yang benar:

    * Jika kepala terlebih dahulu yang membentur lantai

    Di sebelah mana pun benturan itu terjadi selama masih di kepala,
    kita perlu mewaspadainya. Tulang tengkorak bayi masih rapuh dan ia
    belum memiliki refleks untuk menahan dengan baik. Kemungkinan yang
    bisa terjadi, bayi mengalami fraktur atau retak/patah tulang
    tengkorak kepala, atau perdarahan di luar tengkorak atau di dalam
    tengkorak.

    Perdarahan di luar dapat ditandai dengan adanya benjol/memar. Selama
    tidak ada fraktur, kondisi ini bisa dikatakan tidak parah. Rabalah
    ubun-ubunnya apakah menjendol atau tidak. Ubun-ubun yang menjendol
    menjadi tanda adanya peningkatan tekanan dalam otak yang dapat
    terjadi karena edema otak atau perdarahan.

    Harap diketahui, bila tidak ditemukan benjolan/memar, tapi bayi
    menangis (atau justru tidak menangis dan langsung tertidur), tidak
    sadarkan diri, mengalami kejang/muntah- muntah (yang menyembur bukan
    gumoh), ada kecurigaan bayi mengalami perdarahan di dalam tengkorak
    kepalanya. Segera larikan ke rumah sakit terdekat.

    * Jika dada terlebih dahulu yang membentur permukaan

    Kalau tempat mendaratnya datar, kemungkinan risiko bayi untuk cedera
    lebih sedikit. Sebaliknya, tempat mendarat yang tidak mulus atau ada
    tonjolan yang tepat mengarah ke dadanya dapat mengakibatkan
    fraktur/parah tulang iga atau rusuk yang patahannya dapat mengenai
    organ paru-paru atau jantungnya. Untuk itu perhatikan apakah si
    kecil dapat bernapas secara normal atau tidak.

    Umumnya jika bagian dada terlebih dahulu yang "mendarat", secara
    alami tangan akan membuat perlindungan terlebih dahulu. Karena itu
    periksa juga kondisi tangan dan bahu bayi. Apakah ada pergelangan
    tangannya mengalami patah atau adakah sendi yang keluar (dislokasi)
    dari tempatnya. Periksa juga bagian kepala, khususnya dahi. Biasanya
    saat mendarat, sekalipun dada terlebih dahulu, kepala langsung
    menyusul membentur lantai.

    * Jika panggul terlebih dahulu yang mendarat

    Kemungkinan besar bayi akan mengalami dislokasi atau fraktur tulang
    panggul. Karena panggul berhubungan langsung dengan tulang belakang,
    dikhawatirkan ada saraf-saraf yang terjepit. Jika yang terjepit
    saraf kaki biasanya si kecil tidak bisa menggerakkan kakinya alias
    lumpuh.

    * Jika yang mendarat kaki terlebih dahulu

    Kejadiannya pada tiap bayi bisa berbeda. Jika ia sudah bisa berdiri
    pasti akan menahan tubuhnya dengan kaki lalu jatuh bersimpuh. Risiko
    kasus ini adalah dislokasi atau keseleo. Pada bayi di bawah 6 bulan
    meski belum mampu menahan tubuhnya, secara alami badan bayi akan
    terjatuh ke depan dan sebelum mendarat tangannya akan menjadi
    bumper.

    * Jika yang mendarat bokong duluan

    Berbahaya karena kaitannya langsung dengan tulang belakang dan dapat
    mengakibatkan patah pada tulang punggung bayi. Risiko lain, bila ada
    saraf yang terjepit bisa mengakibatkan kelumpuhan. Bayi yang
    ditemukan terjatuh pada posisi seperti ini jangan digendong. Biarkan
    paramedis yang melakukan pertolongan. Tapi jika si kecil sadar dan
    bisa aktif kita bisa langsung menggendongnya.

    * Jika yang mendarat terlebih dahulu punggung

    Menjadi bahaya jika saat mendarat posisi leher ikut
    terlipat/tertekuk karena bisa mengakibatkan keseleo dan fraktur
    tulang leher. Bila bayi dalam keadaan tidak sadar jangan mencoba
    mengangkatnya. Langkah yang bisa kita lakukan adalah minta bantuan
    paramedis di UGD di rumah sakit atau 118(bila di Indonesia).

    2 Komentar »

    The URI untuk Taut Balik tulisan ini: http://senaz.blogsome.com/2008/02/22/bayi-jatuh/trackback/

    1. Langsung saya copy paste Say…
      Infonya bagus sekali…
      tengkyu ya..

      Comment dari \'Nin — March 11, 2008 @ 12:31 am

    2. mba ku copy juga… bagus bgt bikin hatiku tenang. masalahny babyku usia 4,5 bulan semalam baru jatuh dr ketiggan 10cm, padahal cuma dr kasur, akunya ketiduran dan dua dah bisa guling2an…puji Tuhan tanda2 yg membahayakan tdk kudapati…

      tp akunya masih khawatir, maunya teteb bawa ke dokter, minta 2nd opinion sekalian diperiksa lagi.

      tx yah…

      sama2 mba..ini kan aku jg dpt dari milis..

      Comment dari Eliz cool mom — January 27, 2009 @ 10:14 pm

    RSS feed untuk komentar pada tulisan ini.

    Mau berkomentar?

    Garis dan alinea pisah secara otomatis, alamat e-mail tidak akan ditampilkan, HTML yang diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



    Anti-spam measure: tolong ketik ulang teks di atas ke dalam kotak yang sudah disediakan.