• banner yg ke-4 copy
  • ..potret senaz :: November :: 2007

    November 29, 2007

    Kontrol Posyandu~Zhavar 9 Bulan

    Tersimpan di kategori: anak usia 1-12 bln

    Hari ini ada jadwal ke posyandu jam 10.25 pagi. Biasanya kami baru bangun jam 9 pagi :) , tapi khusus hari ini setelah subuh sengaja ga tidur lagi. Ga terkecuali Zhavar. Sengaja dia juga aku bangunin, soalnya mo aku mandiin. Biar pas di posyandu seger dan wangi. Padahal sih, ga mandi juga namanya masih bayi tetep aja wangi ya ;D.

    Kami sampai di posyandu jam 10.30. Telat lima menit :D . Karena kami ke posyandunya jalan kaki. Sebenernya sih kami rencana pakai bis, cuma pas di halte kami lupa tuk melambaikan tangan kami ke supir bis nya. Jadilah bis itu ga stop di halte kami. Untung jarak ke posyandu ga jauh, cuma karena waktu yg emang udah mepet itu akhirnya kami telat juga.

    Sampai sana, seperti biasa Zhavar lsg dilucuti semua pakaiannya tuk ditimbang berat badannya dan diukur tingginya. Alhamdulillah, berat badannya naek 500gr. Tinggi naik 1cm. Beda bgt sama bulan lalu, yg berat badannya yg naek 100gr saja :( .

    Setelah itu, ga lama nama Zhavar dipanggil tuk masuk ke dalam ruangan yg sudah ditunggu oleh dokternya Zhavar. Wah, aku seneng bgt kl ketemu sama dokter yg ini(ga selalu yg kontrol Zhavar dokter ini, krn gantian sama dokter lain atau suster). Sayang  bgt aku lupa nanya namanya. Dokter yg kontrol kali ini usianya lumayan dah tua. Pembawaannya jg menyejukkan gituh. Pokoknya dia bisa memberi informasi apa aja yg kita tanyain dan juga dia bisa bgt akrab sama Zhavar. Mungkin krn emang pengalamannya dah banyak jg. Pokoknya dokternya baik deh.

    Oleh si dokter, Zhavar diperiksa seluruh badan. Dari kepala sampe kaki. Trus Zhavar juga disuruh unjuk kebolehannya(berdiri tanpa pegangan, jalan dari 1 poin ke poin lain, ngambil mainan, dll). Hasil konsultasi kali ini membuat aku & mas indra lapang dada. Zhavar kl dilihat secara kemampuan dia beraktivitas kata dokter setara dgn bayi yang berumur 15 bulan. Jadi kata dokter bagus bgt. (Alhamdulillah)… Lalu, kalau dilihat secara fisik, Zhavar memang sesuai dgn umurnya yg 9 bulan ituh. Berat badan dan tinggi masuk dalam kategori yg pas. (Alhamdulillah)..Berbeda dgn bulan lalu, yg berat badannya kalo diliat dari tabel mengalami penurunan.

    Akhirnya, setelah diakhiri dgn bincang2 sebentar dgn si dokter acara kontrol hari ini pun selesai. Kami ber3 pulang dgn hati riang :D .

     

    November 27, 2007

    Teguran ketika Menyetir

    Tersimpan di kategori: renungan

    Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketMenyetir di Belanda. Suatu pengalaman yang lumayan membawa hikmah buatku.

    Untuk pertama kalinya aku menyetir di LN dan langsung jarak jauh(keluar kota & negeri), membuat aku deg2an setengah mati*hiperbola dey..cukup deg2an aja kok;p*. Selain karena berbeda posisi menyetirnya(dari setir kanan jadi kiri), juga aku kurang paham dgn rambu2 lalu lintas di sini. Namun berhubung SIM suamiku udah kadaluarsa jadilah aku yang hrs berada dibelakang kemudi dan suami yang menjadi navigator.

    Ketakutanku saat itu adalah jika kena tilang ataupun terjadi kecelakaan~nauzubillahminzalik. Maklum, selama di Indonesia aku menyetir mobil paling jauh ke Bogor/Puncak. Sedangkan acara jalan2 kemarin jarak yg ditempuh sama aja kayak dari Jakarta-Kudus bolak-balik. Kebayang kan betapa jauhnya. Tapi dengan modal do’a dan pengawasan dari sang suami, aku beranikan diri tuk nyetir demi mencoba pengalaman jalan2 dgn naik mobil.

    Aku bersyukur banget  karena kami mempunyai GPS navigator, karena kami yang selama ini kalau bepergian menggunakan kendaraan umum, udah tentu sangat tidak mengerti rute mana yang harus kami ambil untuk menuju ke tempat tujuan. Rencana awal mau menggunakan peta, tapi mengingat bahwa kondisi lalu lintas di sini berbeda sekali dgn di Indonesia. Dimana kalau di Belanda ada beberapa area yang hanya boleh dilintasi oleh kendaraan umum atau jalan satu arah,dll. Sedangkan bila menggunakan peta, kami tidak akan tahu area mana yg tidak boleh dilintasi. Kebetulan pula ada PDA nganggur yg bisa digunakan sbg GPS navigator, maka kami memutuskan tuk memakai sarana tsb.

    Acara jalan2 naik mobilpun akhirnya dimulai dgn aku sebagai pengemudi, mas indra sebagai pengawas, GPS sebagai navigator dan zhavar sebagai ‘bos kecil’. Dari awal perjalanan aku sangat berhati2. Aku liat kanan kiri depan belakang. Aku selalu mengikuti peraturan lalu lintas yang terpampang di depanku. Bila harus berkecepatan 50km, maka aku akan melaju dgn kecepatan tsb atau bahkan di bawah kecepatan itu. Aku mengikuti aturan tuk melaju di lajur kanan bila dalam kecepatan standar, sehingga jalur kiri yang diperuntukkan tuk mobil yg berkecepatan tinggi ataupun mobil yg ingin menyalip bebas haluan. Mas indra yang bertugas tuk memonitor caraku menyetir juga sedikit2 berkomentar "kurangi kecepatan schat, itu udah hampir kecepatan max.loh" atau "terlalu ke kanan schat, nanti nyenggol mobil sebelah loh" dan masih banyak celetukan2 pengingat lainnya.

    Selama perjalanan tsb, mobil2 disekitarku juga mengikuti aturan lalu lintas. Kendaraan2 besar seperti truk/bis pasti semua berada di jalur kanan. Bahu jalan yang diperuntukkan khusus untuk keadaan darurat juga tidak pernah digunakan oleh pengendara lain sebagai fasilitas tuk menyalip. Bila ada tandanya untuk mengurangi kecepatan, maka otomatis mereka mengurangi laju kendaraan mereka. Patuhnya para pengendara mobil tsb, membuat perjalanan kami menuju ke tempat tujuan lancar tanpa ada halangan. Meskipun demikian, aku yang masih merasa kagok menyetir di LN ini merasa tetap was2 dan deg2an. Pokoknya jangan sampai terjadi suatu hal yg tidak diinginkan. Di tilangpun jangan sampai deh. Karena dendanya besar. Setiap melewati kantor polisi atau ada mobil polisi lewat, meskipun aku ga berbuat salah tapi hatiku deg2an karena takut salah nyetirnya, takut ga ngikutin peraturan setempat,dll. Perjalanan yang memakan waktu 4 jam lebih itu memang tidak terlalu lama. Tapi dikarenakan aku selalu dalam kondisi tegang, maka tak pelak beberapa anggota badanku pun terasa pegal2. Namun rasa pegal2ku hilang dalam sekejap ketika melihat suamiku dan anakku dalam keadaan sehat dan kami bertiga selamat sampai tujuan.

    Keesokan harinya, mental menyetirku sudah lebih baik dibanding kemarin. Urusan menyetirpun sudah tidak kagok2 lagi. Aku sudah mulai bisa beradaptasi dengan posisi setir di kiri. Aku sudah bisa mengira2 dalam memposisikan mobil sehingga tidak terlalu ke kanan atupun ke kiri. Mas indra, suamiku, jg masih tetap mengingatkanku akan rambu2 lalu lintas yg sedang kami lewati.

    Layaknya sifat manusia, ketika sudah merasa mahir akupun kadang2 suka tidak menggubris rambu lalu lintas yg berlaku. Rasa takut akan ditilang polisipun berkurang. Rasa deg2an pelan2 sirna. Merasa sudah mengenal lapangan, aku beberapa kali tidak mengikuti rambu lalu lintas. Sampai celetukan pengingat dari suamiku pun aku jawab dgn enteng "kan cuma lebih 5km mas, ga apa2 kok, lagian ga ada polisi ato sensor kecepatan di area ini mas." Tak lama kemudian, cuaca yang tadinya cerah tiba2 berubah menjadi hujan deras. Sangking derasnya aku sampai tidak bisa melihat kondisi di depan jalanan. Padahal wiper kaca sudah aku pasang maksimal. Mobilkupun yang saat itu melaju kencang berasa goyang, karena jalanan yang licin. Astagfirullah, sebutku dalam hati. Langsung hatiku berdebar2. Deg2an banget. Aku takut kalau terjadi sesuatu pada kami. Suamiku jg sadar akan situasi itu, maka ia menyuruh aku mengurangi kecepatan. Meskipun hatiku deg2an setengah mati tapi aku tetap berlagak cool di depan suamiku. Padahal dalam hati aku berucap ‘Ya Allah, Maafkan aku ya Allah. Lindungilah kami ya Allah’. Mentalku yang tadinya setinggi langit kembali mengkerut. Mengecil karena teguran-Nya. Aku kembali mengikuti rambu2 yg berlaku dan kembali berhati2.

    Kembali teringat saat awal aku menyetir. Penuh kehati2an. Was2 dan taat aturan. Ketika sudah terbiasa dan tidak mengalami masalah apapun, tidak ada aral melintang, justru diriku mulai seenaknya dan semauku saja. Mungkin keseharianku begini juga? pikirku dalam hati. Aku selama ini selalu mendapat nikmat yg berlimpah dari-Nya. Aku belum pernah mengalami kesusahan yg berarti. Jalan yang kulalui begitu mulus. Lalu aku lupa pada-Nya. Lalai dalam menjalani perintah-Nya. Aku menjadi sombong & angkuh. Hingga suatu saat nanti, aku akan ditegur-Nya. Nauzubillahminzalik. Jangan sampai deh. Astagfirullah. Maaf kan aku ya Allah. Rasanya malu mengingat aku lebih takut ditilang oleh polisi Belanda, dibandingkan ditegur oleh-Nya. Ya Allah, mudah2an iman & taqwaku kepada-Mu selalu bertambah.

    Teething

    Tersimpan di kategori: anak usia 1-12 bln

    Teething atau yang lebih akrab disebut tumbuh gigi adalah salah satu tahap yang bagi kita ‘mungkin’ kecil namun bagi beberapa bayi sangatlah besar. Karena pada saat/proses tumbuh gigi inilah ada beberapa bayi yang merasa tidak nyaman. Ada yang demam tinggi, sakit/infeksi kuping, susah tidur, gusi menjadi sensitif, menjadi rewel sampai dengan hilangnya nafsu makan. Dan saat2 inilah menurut beberapa pakar merupakan saat yg bisa membuat frustasi kedua belah pihak, orang tua ataupun anak. Sang anak merasa tidak nyaman krn keadaan itu dan sang orang tuapun kebingungan bagaimana caranya tuk membuat rasa tdk nyaman pada bayi mereka hilang.

    Tumbuh gigi ini biasanya terjadi pada saat bayi berumur 4-7 bulan. Adapun beberapa bayi yang lebih cepat tumbuhnya pada umur 3 bulan dan yang paling lambat adalah sekitar umur 1thn.

    Zhavar termasuk yg giginya tumbuh cepat, sekitar umur 3 bulanan 2 gigi bawahnya sudah tumbuh. Dan aku termasuk salah satu orang tua yang beruntung, karena saat 7 giginya zhavar tumbuh, dia sama sekali tidak mengalami ketidak nyamanan spt yg kusebut di atas tadi. Jadi selama 5 bulan lamanya, dari gigi ke-1 sampai ke-7 zhavar sehat2 saja.

    Namun, beberapa minggu belakangan ini, tepatnya 2 minggu yang lalu, Zhavar menunjukkan ketidak sukaannya pada makanan. Awal-awal dia makannya berkurang. Lalu lambat laun dia sama sekali tidak mau menyentuh makanan sedikitpun. Seperti biasa, kalau ada perubahan atau hal2 aneh yang terjadi pada anakku pasti aku langsung panik~lebih tepatnya stress siii :D . Gimana ga stress coba, zhavar yg biasanya 1x makan bisa 1 mangkok penuh berubah jadi ga mau makan sama sekali. Kami udah konsultasi ke dokter via telfon dan juga langsung datang ke tempat praktek dokternya. Setelah di cek seluruh kesehatan zhavar alhamdulillah ga ada masalah apapun. Jadi perkiraan kami yang mengira bahwa zhavar mogok makan karena mungkin tenggorokannya sakit adalah keliru. Dokterpun menyarankan agar kami berdua tidak perlu terlalu khawatir. Meskipun zhavar berat badannya turun, tapi belum di bawah rata2 berat badannya dan juga kondisi fisiknya zhavar ga mengkhawatirkan. Menurut dokter itu ada kemungkinan bahwa krn teething gigi ke-8 zhavar mengalami pengurangan nafsu makan yang disebabkan ada rasa tidak nyaman di gusinya. Kami sendiri dari awal zhavar sdh mulai tidak mau makan ga kepikiran bahwa teething adalah penyebabnya. Karena selama ini zhavar ga pernah mengalami efek samping yang buruk dari teething ini. Tapi menurut dokter, teething ini tidak bisa disamakan tiap gigi. Bisa jadi gigi2 sebelumnya tidak menimbulkan efek samping ketika tumbuh, tapi gigi2 berikutnya bisa saja si anak mengalami keadaan tidak nyaman itu. Si dokter juga mengatakan bahwa teething ini adalah salah satu kemungkinan saja. Karena memang ada saatnya si anak(tidak semua anak) tidak mau makan. Untuk bisa mengetahui lebih jelas penyebab zhavar mogok makan ini, maka kami berdua harus bersabar menunggu gigi ke-8 nya zhavar benar2 tumbuh dan nongol di atas gusi. Sementara kami menunggu si gigi ke-8 keluar, disarankan oleh dokter supaya kami tidak boleh memaksa zhavar makan. Ditawarkan boleh, tapi bila zhavar menolak ya sudah. Waktu penantian inilah yang membuat kami(terutama aku :D ) harus bersabar. Karena sudah 1 minggu lewat dan zhavar masih belum mau makan. Kemudian minggu berikutnya zhavar jg tetap menutup mulutnya. Yang dia mau hanya minum susu teruuus.

    Akhirnya, kemarin tiba2 zhavar menghampiriku dan mulutnya mangap2. Oh, ternyata dia minta makan. Lalu aku kasih makanannya dan dia lahap sekali makannya. Alhamdulillah. Akhirnya setelah bersabar menanti selama 2 minggu lebih, zhavar mau makan lagi(meskipun belum sebanyak yg dahulu). Lalu aku buka mulutnya zhavar dan kulihat memang benar gigi ke-8nya sudah keluar. Oh, berarti penyebab mogok makan ini adalah teething.

    Bagi para ibu yang mengalami hal yang sama, sabar yaaa :D . Emang sih ga mudah. Kita pengennya anak kita makan. Kalo bisa malah makan yang banyak. Dan benar kata dokter jangan paksa anak kita tuk makan. Jangan dijejelin. Nanti justru anak kita malah trauma dgn ritual makannya. Duh, niatnya mo bikin anak sehat malah ngebuat anak stress. Jangan deh ya.

    November 25, 2007

    SIM(Surat Ijin Mengemudi) Internasional

    Tersimpan di kategori: umum

    Anda pernah mendengar bahwa  untuk membuat SIM Internasional itu susah ngurusnya alias ribet? Biayanya mahal? Lama jadinya? Kalau benar anda pernah mendengar, maka semua itu adalah isu belaka.
    Ternyata, SIM yang bentuknya seperti buku nikah ini sangatlah mudah didapat. Bertolak belakang sekali dengan gosip yang pernah kita dengar.

    Jadi, bagi anda yang tinggal di luar negeri(LN) tapi malas membuat SIM setempat atau yang berencana pergi berlibur ke LN atau yang hanya seperti saya, mempunyai SIM Internasional sebagai pegangan jikalau dibutuhkan, tidak usah ragu tuk membuat SIM Internasional. Karena seperti yang sudah saya bilang tadi, sama sekali tidak sulit tuk mendapatkannya.

    Anda hanya perlu datang ke kantor IMI(Ikatan Motor Indonesia) di Stadion Tenis Senayan, Jakarta Salatan, telephone +62 21 573 1102 dan memenuhi persyaratan sbb:

    -mengisi surat aplikasi yg sudah disediakan di kantor IMI
    -mempunyai SIM Indonesia yg masih berlaku
    -fotokopi pasport
    -membawa foto berwarna 4x6cm
    -fotokopi KTP/KITAS
    -biaya administrasi berkisar Rp 350.000,- s.d Rp 400.000,-

    Dengan memenuhi semua persyaratan di atas, hanya dalam jangka waktu 1 hari, SIM Internasional tsb bisa anda ambil di kantor IMI yang buka dari jam 09.00-17.00 ini. SIM Internasional andapun sudah jadi, bisa dibawa pulang dan langsung bisa anda digunakan. 

    Semoga info ini berguna! 

    NB: Bagi anda yg sudah terlanjur berada di LN ga perlu nunggu pulang kampung dulu tuk bikin SIM internasional ini. Karena tuk membuatnya si pemegang SIM tidak diharuskan datang ke IMI alias bisa diwakilkan~dgn catatan smua persyaratannya terpenuhi. Mudah banget kan!!! 

    UPDATE:
    untuk yg tinggal di Belanda info lengkap ttg per-SIMan coba cek di www.rijbewijs.nl atau www.rdw.nl(thx to mba Beatrix).

     

    November 14, 2007

    Maastricht-Brugge-Antwerpen

    Tersimpan di kategori: jalan-jalan

    Akhir pekan kemaren udah aku tunggu2. Ada apa gerangan? Kami sekeluarga berencana jalan2 ke luar kota & negeri. Ga jauh2 sih. Cuma ke Maastricht(Selatan Belanda) & Belgia. Hanya yang membuat liburan pekan ini ditunggu2 adalah karena kami bepergian menggunakan kendaraan pribadi(red:menyewa). Selama ini kan kalo kami pergi pasti  pakai kereta api atau nebeng mobil teman.

    Menyoal tentang kendaraan yang akan kami pakai selama liburan, entah memakai kereta api/bis/nebeng mobil teman sih ga berpengaruh buat kami(aku&mas indra). Kami nyaman2 ajah. Tapi semenjak ada Zhavar, masalah kendaraan ini menjadi salah satu yang kami pikirkan. Karena pernah suatu waktu kami pergi ke luar kota memakai kereta api, lalu Zhavarnya bosen kelamaan di kereta alhasil teriak2 minta main. Dan hampir kebanyakan orang Belanda ga terlalu suka dengan anak2, apalagi yg ribut. Jadilah kami dipelototin oleh mereka. "Aduh, kok ga bisa diemin anaknya sih?" kira2 begitu kali ya kata2 yang bisa aku tangkep dari tatapan mata mereka.*duh, jadi suudzon deh*. Aku saat itu cuma bisa cuek ajah & tetap menikmati perjalanan meskipun penumpang disekitar udah kayak mo nerkam kami :D . Lalu, pernah juga kami pergi bareng2 naik mobil teman*celingukan cari2 mba Inne :) *. Enak bgt sih pergi rame2. Cuma ya tetep aja kami berasa ga enak kalau tiba2 Zhavar nangis dan heboh. hehe.

    Jum’at-Sabtu, 9-10 Nov’07 — MAASTRICHT

    Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketKami berangkat dari Groningen sekitar jam 6 sore(selepas Maghrib). Perjalanan ke Maastricht lumayan lancar. Hanya sesekali saja kecepatan mobil pelan dikarenakan ada perbaikan/pelebaran jalan.

    Karena kami berangkat malam, jadi selama di perjalanan zhavar tertidur pulas.

    Rencananya sebelum sampai ke Maastricht kami mau mampir dulu ke Eindhoven tuk cari makan, sekaligus jaga2 kalau zhavar terbangun dari tidurnya dan bosen di mobil. Tapi ternyata selama 4 jam-an di perjalanan Zhavar tetep tertidur pulas, jadi kami urungkan niat itu. Dan memutuskan tuk langsung ke Maastricht. Sampai di Maastricht sekitar jam 10.30 malam. Karena kami belum makan malam, akhirnya sebelum ke hotel kami cari makanan dulu di centrum(city center)nya. Setelah muter2 cari parkir di centrum, akhirnya ada juga parkiran kosong persis di depannya toko Kebab. Jadilah kami beli kebab tuk di makan di hotel.

    Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

    Alhamdulillah hotelnya bagus. Kalo di liat dari eksteriornya sih emang hotel lama, tapi setelah masuk, interiornya bagus dan baru. Letaknya agak di luar centrum dan ada lapangan parkir sendiri tuk tamu hotel. Setelah masuk kamar agak surprise juga, karena kamarnya termasuk luas untuk ukuran hotel2 di eropa. Jadilah zhavar jam 11 malam, main2. ngerangkak2 keliling kamar.hihiy ada bayi norak :D .

    Keesokan paginya, kami bangun jam 9 pagi. Lalu siap2(ngasih makan zhavar, mandi & packing tuk check-out) dan jam 11.30 kami keluar hotel. Kami langsung menuju ke centrum.

    Meskipun hari itu cuaca mendung, tp kami masih bisa menikmati kota Maastricht yg memang benar indah. Kotanya yang berkontur membuat kota ini berbeda dengan kota2 di Belanda lainnya(yg pernah aku kunjungi). Centrumnya terbagi dua. Old Center(penuh dengan bangunan2 tua) dan New Center atau Ceramique Centrum(penuh bangunan2 baru). Di Old Center ini, eksterior tetap terjaga nilai historisnya meskipun kegunaan bangunan itu sendiri sudah berubah fungsi. Salah satunya ada sebuah gereja tua yang yg sudah dibangunan ratusan tahun lalu, kemudian dijadikan sebuah toko buku, namun eksterior maupun interiornya tetap dijaga seperti aslinya. Hanya beberapa bagian interiornya saja yang dibuat sedemikian rupa sehingga memenuhi fungsinya sebagai toko buku. 

    Untung sekali, daerah/tempat2 yg patut dikunjungi terletak berdekatan dan di area centrum tsb. Jadi pukul 6 sore kami sudah beranjak meninggalkan kota Maastricht menuju Brugge.

    Lama perjalanan dari Maastricht ke Brugge sekitar 1,5-2 jam. Di tengah perjalanan kami mampir dulu di salah satu tempat perberhentian menuju Brugge. Selain untuk cari makan malam di tempat itu karena kami berdua dah kelaperan, juga sekalian mo nyuapin makan malam tuk Zhavar yang kebetulan udah terbangun dari tidurnya.

    Sampai di Hotel sekitar jam 9 malam. Aku ngeliat kasur langsung tepar, sementara Zhavar matanya melotot bgt tanda ga ngantuk sama sekali akibat udah tidur lama di mobil. Jadi lah sang ayah menjadi baby sitter dan ibundanya tertidur manis :D

    Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Sabtu-Minggu, 10-11 Nov’07 — BRUGGE

    Seperti biasa, kami bangun 9 pagi lalu siap2. Jam 11.30 check-out dari hotel dan langsung menuju centrum.

    Memang kota2 tujuan kami kali ini, kawasan wisatanya semua terpusat di centrum. Jadi kami ga perlu repot2 pergi dari satu tempat ke tempat lainnya. Hanya dengan berjalan kaki semua udah bisa dikunjungi.

    Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

    Kota Brugge ini udah tentu berbeda dengan Maastricht. Kalau Maastricht menarik kotanya karena adanya perpaduan antara bangunan tua & modernnya, justru Brugge ini kebalikannya. Seluruh bangunan di pusat kotanya merupakan bangunan tua yang memang di jaga nilai historisnya. Selain itu, kota yg pada thn 2000 lalu ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu ‘World Heritage List’, juga disebut2 sebagai Venice-nya bagian Utara. Jadi kebayang kan betapa indah & berharganya kota ini.

    Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

    Sama seperti kemarin, cuaca di Brugge juga kurang bersahabat. Mendung, angin dan udah tentu dingin. Tapi, alhamdulillah masih diberi kelancaran dengan tidak turunnya hujan. 

    Yang menarik di Brugge selain dari segi arsitektur serta nilai historisnya adalah makanannya. Menu yang menjadi andalan dan khas di sana adalah Mosselen(kerang hijau) dan lambchop(iga kambing). Karena kami berdua doyan makan, maka wisata kali ini juga termasuk wisata kuliner. Dan bener banget, kerang hijau serta iga kambingnya enak bgt! Kerang hijaunya dimasak dengan bumbu bawang putih, bawang bombay dan daun bawang. Kemudian pelengkap kerangnya adalah kentang goreng. Kerangnya dimakan dengan kuahnya slruup..slruup. Untuk iga kambingnya juga masih menggunakan bawang putih, minyak zaitun dan beberapa bumbu lain yg aku ga tau :D . Yang jelas rasanya enak. Beda sekali dengan masakan daging kambing versi nusantara/india/arab yang banyak memerlukan bumbu2. Sebagai cemilannya kami beli coklat, yang memang salah satu produksi khas dari Belgi.

    Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

    Setelah mengelilingi pusat kota Brugge dengan berjalan kaki dan juga keliling sekitar kanalnya dengan menggunakan mobil, akhirnya kami meninggalkan Brugge tuk menuju Antwerpen sekitar pukul 6 sore.

    Perjalanan tidak memakan waktu yg lama. Hanya sekitar 1,5 jam. Sesampainya di kota itu kami tidak langsung ke hotel. Karena memang untuk di Antwerpen kami belum memesan kamar hotel. Jadi di sana kami berniat menginap di hotel mana saja yang memang ada kamar kosong. Alhamdulillah kami ga perlu cari hotel lama2, karena ketika melewati central station Antwerpen kami langsung menemukan hotel dan kebetulan masih ada kamar kosong. 

     

     

     

    Minggu-Senin, 11-12 Nov’07 — ANTWERPEN 

    Setelah check-in, kami keluar dulu tuk cari makan malam. Ketika mencari makan malam itu, kami sekalin juga liat2 kota Antwerpen versi malam. Ternyata ga kalah indahnya dengan kota2 sebelumnya.

    Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

    Karena sudah malam, maka pilihan makanannya juga ga terlalu banyak. Yg banyak buka adalah kafe2. Jadi lah ketika kami melewati resto Thailand, langsung beli pad thai. Dan ternyata enak loh. Resto Thailand di Groningen kalah bgt rasanya. 

    Photo Sharing and Video Hosting at PhotobucketKali ini kami bangun lebih pagi dari biasanya. Sekitar jam 8-an kami sudah makan pagi. Setelah itu siap2 tuk check-out.

    Tujuan kami adalah ke pusat kota/centrum. Antwerpen ini kebetulan area wisatanya juga di pusat kota. Setelah memarkir mobil, kami langsung menuju ke kastil yang memang letaknya diseberang tempat kami memarkir mobil. Setelah foto2 sebentar, lalu kami jalan ke arah pelabuhan yang lokasinya memang disebelah kastil tsb. 

    Dilanjutkan langsung ke Grotemarkt. Di sana ada stadhuis dan gereja, serta bangunan2 tua lainnya. Antwerpen yang terkenal dengan pusat perbelanjaannya memang salah satu kota yang indah juga. Jika di Brugge pusat kotanya dipenuhi dengan toko2 yang menjual souvenir atau kerajinan tangan khas Belgi, di Antwerpen banyak butik2 berkelas internasional. Kalau selama 2 hari yang lalu cuaca mendung. Kali ini Matahari menunjukkan sinarnya, meskipun hanya beberapa jam saja. Sehingga membuat kami tetap memakai perlengkapan perang(red:jaket tebal).  

    Karena menu khas di Antwerpen sama dengan di Brugge, maka wisata kuliner kali ini kami mencoba dessertnya yaitu appelstrudel dan tak lupa Choc-o-lait(coklat panas dgn menggunakan coklat celup) yang terkenal ituh. Hmm, dingin2 makan appelstrudel panas yang disiram es krim vanila. Lalu minum choc-o-lait sambil denger lagu jazz di cafe ituh. Suasana dan rasanya pas banget.

    Setelah merasa puas sudah jalan2 mengelilingi dan melihat2 pusat kota Antwerpen dan sekitarnya. Akhirnya jam 4 sore kami pergi meninggalkan Antwerpen tuk pulang kembali ke Groningen.

    Rute menuju pulang berbeda dengan waktu berangkat kemarin, sehingga total perjalanan pulang lebih cepat dibandingkan ketika berangkat.

    Perjalanan selama pulang agak tersendat, karena ketika melewati randstad agak macet(karena jam pulang kantor). Kemudian setelah melewati randstad hujan deras, sehingga mobil ga bisa melaju dengan kecepatan tinggi.

    Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket

    Kami sempat mampir ke tempat perberhentian, karena Zhavar udah bosen duduk mulu di mobil. Dan alhamdulillah kami sampai juga di rumah tercinta jam 8 malam. Niatnya mo balikin mobil malam itu juga. Cuma udah keburu nyaman naroh badan di kasur setelah berlama2 di mobil. Jadi mobil baru dibalikin mas indra keesokan paginya.

    Empat hari yang sangat berkesan. Semua kota, daerah wisatanya bisa kami kunjungi. Perjalanan bisa santai, tidak terburu2. Zhavar senang. Komplit deh.

     

    November 8, 2007

    Koekjes

    Tersimpan di kategori: umum

    Koekjes, yang dalam bahasa Indonesia artinya kue kecil/kering, menjadi menu cemilan di rumah beberapa hari ini. Berawal dari liat2 websitenya Martha Stewart yang lagi heboh dengan tema cookies tuk Halloween. Kepengen nyoba cuma mengurungkan niat, karena keliatannya repot. Maklum, aku ga terbiasa buat kue kering. Trus liat blog masakannya mba Dessy yg ada cookies juga, ngebuat aku yakin kalo mba Dessy yang sibuk gitu aja bisa berarti aku jg bisa kali ya :D .

    Jadi lah coba2, dengan resep sugar cookies dan hiasan royal icing. Alhamdulillah jadinya memuaskan. Enak banget. Ga boong. Mas indra aja(yg ga terlalu doyan manis) sampe bolak-balik ke dapur nyomotin tuh cookies. Sementara aku cuma bisa teriak ‘Mas, jangan dimakan dulu! karena royal icingnya belum kering’.~ga ngaruuuuh, tetep disamber loh!~

    Karena hasil 1 resep jadinya banyak(30 buah ukuran besar), jadi deh beberapa cookies tsb aku jadiin kadotje(kado) tuk anaknya temen. Hasil akhir setelah aku bungkus lumayan lucu loh. Pantes juga tuk dijadiin goodie bag syukuran ultah.

    Udah ya, aku mo makan cookienya dulu :D

    Berapa Harga Bayi Anda?

    Tersimpan di kategori: umum

    Ada tools baru di babycenter.com yang lumayan membuat aku tertarik tuk mencobanya. Tools ini  berjudul "Cost of Your Baby’s First Year". Di situ kita bisa coba2 itung biaya yang udah kita keluarkan tuk keperluan si bayi. Dari pengeluaran yang besar kayak beli stroller, car seat,dll sampe dengan yang printilan kayak gunting kuku. sisir, dll.

    Setelah tools tsb aku sesuaikan dengan kebutuhan yang kami perlukan, maka jumlah akhir yang kami keluarkan (berdasakan tools tsb) dalam 1 thn adalah US$5,248,-!!!

    Wow! Jumlah yang terbilang cukup banyak untuk seorang bayi. Aku sendiri sih ga ngerasa udah ngeluarin uang sebanyak itu. Karena memang kan keperluan bayi itu bertahap. Ga dalam satu waktu langsung ngeluarin uang beribu-ribu dollar. Oleh sebab itu aku jg ga ngerasa bangkrut. Lagipula, sebagai orang tua aku seneng2 aja ngeluarin uang untuk keperluan anakku. Dengan catatan keperluan2 itu memang prioritas. Dalam arti emang harus/kudu/wajib beli.

    Nah, masalah prioritas ini kadang2 masih suka rancu di kepalaku *nyengir*. Dulu, awal-awal zhavar baru lahir, aku selalu beli barang-barang yang menurutku penting tapi ternyata cuma kepake sebentar bahkan ga kepake sama sekali. Sebagai contoh aku beli stroller yang complete. Maksudnya, si stroller ini ada basisnetnya(bisa dipakai dari umur bayi baru lahir) plus push-chair(dipakai untuk bayi yg sudah bisa duduk +/- 6bln). Harga stroller yang kumplit ini udah tentu lebih mahal dibanding yang paket standard. Lalu, ketika zhavar menginjak 2 bln ternyata kami sering bepergian ke luar kota. Dan di sini(belanda), bayi kalau bepergian memakai kendaraan harus menggunakan car seat. Jadi lah, kami terpaksa harus membeli baby car seat. Dan semenjak mempunyai car seat ini, si basisnet ga pernah kami pake lagi. Karena kegunaannya sama, yaitu bisa dipake semenjak bayi baru lahir. Kebetulan juga zhavar tipe anak yang tdk terlalu suka dengan posisi tidur(basisnet). Dia lebih suka car seat krn posisinya yang agak duduk, sehingga bisa liat kanan kiri. Seandainya dari awal aku hanya beli stroller yang paket standard, pasti di rmh ga bakalan ada barang nganggur(bassisnet) dan udah jelas uang ga terbuang percuma. Kalau diinget2, uang itu mending buat beli popok deh. Udah jelas bgt bakal kepake. Kalau udah kejadian gini, sang suami cuma bisa bilang "Tuh kaaan.." :D .

    Semenjak kejadian itu, aku sekarang lebih pilih-pilih. Tapi bukan berarti aku sebagai orang tua yang pelit/itung2an. Aku ga mau seperti itu. Segala sesuatu yang udah aku&suamiku keluarkan tuk anak kami adalah 100% dari keikhlasan hati kami. Hanya saja, kami tidak mau menjadi orang tua yang tidak pintar. Kami ingin segala sesuatu yang kami beli memang diperlukan dan berguna.

    Setelah mengarungi berbagai kegagalan(lagi..) :D , akhirnya aku punya jurus jitu bagaimana bisa menentukan barang mana yang memang harus dibeli. Pokoknya belilah barang yang memang akan dipakai dalam waktu dekat, krn udah pasti akan kepakai&berguna. Contohnya ya car seat itu. Kalau emang pada kenyataannya kami sering bepergian, maka membeli car seat adalah keputusan yang baik. Tapi sebaliknya, bila kami termasuk keluarga yang jarang pergi atau bahkan tidak pernah bepergian jauh, sebaiknya tidak perlu membeli car seat.

    Bagi para ibu masalah prioritas ini emang penting bgt nih.*sambil nunjuk diri sendiri*. Pasti susah menahan gairah tuk membeli :) . Soalnya kalau pergi kemana-mana liat sesuatu yang bagus pasti bilang "aduuuh, lucu bgt nih buat anakku." "ih gemes, si A kalo pake ini pasti ok dey." "wah, murah nih" dll.~i’ve been there, sumtimes still there :D ~. Biasanya juga yang dibeli ga mahal2 amat dan terkesan printil.  Tapi belinya sering. Nah, coba kalau digabung para printilan itu bisa menjadi gunung juga loh.

    Jadi..Berapa harga bayi anda? 

     

    November 4, 2007

    Nursing Strike

    Tersimpan di kategori: umum, anak usia 1-12 bln

    Nursing Strike??? Iyah, bener..Bayi juga bisa mogok makan loh!(red: minum susu).

    Kejadian ini terjadi waktu Zhavar berumur 4 bulan. Dia waktu itu tiba2 menolak waktu aku tawarin ASI. Aku pikir mungkin dia belum haus, jadi waktu Zhavar nolak minum ASI itu aku santai2 aja. Lalu, beberapa jam kemudian aku tawarin minum susu lagi. Tapi Zhavar tetep ga mau minum susu juga. Padahal seperti ibu-ibu lainnya(yg lagi menyusui) kalo ASI ga diminum sama anaknya, maka dada tuh terasa penuuuuh banget, bengkak dan sakit. Aku sendiri sih masih bisa menahan rasa ga nyaman itu~dgn memerah ASI~, tapi yang menjadi pikiran adalah anakku ga minum susu. Dan bagi bayi yg masih umur 4 bln, minum susu/ASI adalah satu2nya sumber makanan tuk dia. Akhirnya seperti biasa, kalau ada masalah apa pun yang menyangkut Zhavar dan aku ga bisa nanganin pasti aku langsung lapor ke suami.

    Setelah mas indra tau, dia juga mulai khawatir karena udah lebih dari 8 jam Zhavar ga minum ASI. Dan karena kami tinggalnya merantau, maka kami ga bisa tanya atau konsultasi ke keluarga. Jadi deh untuk hal-hal begini cari taunya lewat internet.

    Sementara mas indra browsing internet, aku masih usaha tuk nyusuin Zhavar dengan berbagai posisi(tiduran, duduk, berdiri) dan di tempat yg berbeda-beda(di kamar tidur, ruang tamu ato ruang kerja). Tapi hasilnya sama aja~Zhavar menolak minum susu.

    Selang beberapa menit, mas indra nyuruh aku tuk nyusuin Zhavar di kamar tidur dengan jendela di tutup, TV&radio dimatiin. Pokoknya suasana kamar dibuat sehening mungkin, bahkan mas indra pun ga ikut masuk ke dalam kamar. Awalnya sih Zhavar tetep menolak, tp ga lama akhirnya dia mau minum juga. Wah, lega banget rasanya. Alhamdulillah. Apalagi Zhavar minumnya juga semangat banget, berarti dia sebenernya haus jg kali ya dari awal.

    Jadi para ibu2 yang mengalami hal yang sama dengan aku jangan heran/bingung/khawatir seperti yang aku alami ya. Karena memang ternyata bayi mogok minum susu itu adalah wajar/biasa terjadi~meskipun ga semua bayi mengalami. Kenapa bisa begitu? Katanya sih itu adalah salah satu cara dari si bayi tuk ngasih tauin ke kita kl ada sesuatu yg ga dia sukai.

    Penyebabnya bisa macem-macem. Ada kemungkinan si bayi mau tumbuh gigi, infeksi kuping, hidung mampet, persediaan ASI yg sedikit, rutinitas bayi yg terganggu, terpisah lama dgn sang ibu, alergi terhadap makanan tertentu yg dibawa oleh ASI, tidak suka bau parfum tertentu, dll.

    Ada beberapa cara untuk menangani ‘mogok makan’ ini. Diantaranya adalah susui bayi ketika dia mau tidur/ngantuk, susui dengan berbagai macam posisi(duduk,tidur, berdiri) & gaya(ditimang2,dll), susui di lingkungan yg hening(tdk ada gangguan), susui dgn menggunakan kontak badan(lepas kaos anda, sehingga si bayi bisa merasakan kulit anda), kurangi/jauhi makanan yg kira2 menyebabkan si bayi hilang selera(kopi, coklat, dll).

    Meskipun nursing strike ini bukan hal baru dan ada beberapa anggapan yg mengatakan bahwa ‘mogok makan’ ini juga merupakan salah satu cara si bayi tuk menyapih dirinya sendiri dari minum ASI, tapi normalnya nursing strike ini hanya berlangsung antara 2-5 hari maksimal. Jadi, bila semua sudah dicoba & belum berhasil juga, hal yang paling penting untuk dilakukan adalah berkonsultasi dgn dokter anda. 

    Dan yang paling penting juga tuk dilakukan oleh kita(sebagai ibu) adalah harus telaten dan sabar untuk selalu berusaha memberi ASI ke bayi kita. Sehingga si bayi terbiasa kembali dgn minum ASI dan cepat berhenti dari aksi ‘mogok makannya’ itu.