Baby Sleep Training
Baby Sleep Training(BST), sesuai dgn terjemahan artinya adalah suatu cara/metode pelatihan yang membantu dan mempermudah bayi untuk tidur. Emang sih, kedengarannya aneh banget. Masa masih bayi udah pake di training segala??? Emang ga kasian apa sama si bayi? Emang bayi itu udah ngerti apa? Beberapa komentar tsb juga sempet keluar dari mulutku pas denger istilah ini. Aku sendiri tau BST pertama kali melalui website babycenter.com ketika browsing tentang hal yang berkaitan dengan tidur bayi.
Aku mulai mencari tahu tentang "ilmu" tuk nidurin bayi karena kami(aku & suami) udah ga kuat gendong zhavar lama-lama setelah dia umur 3bln. Jadi begini niiii…..semenjak zhavar lahir dia udah terbiasa digendong-gendong dulu sebelum tidur. Sebenernya sih ga masalah buat aku tuk gendong dia terus-terusan, karena aku malah seneng banget bisa meluk dia terus. Cuma, karena (alhamdulillah) zhavar minum susu nya kenceng, jadi deh dia menggendut. Alhasil tanganku ini suka sampe bergetar sangking udah ga kuat lama-lama gendong dia. Apalagi zhavar tuh kalo digendong ga bisa cuma sebentar. Bisa tuh kira-kira 10-20 menit baru deh dia terlelap. Lumayan banget kan tiap hari angkat beban 8 kilo-an
. Nyesel juga nih aku, waktu mamaku ato mertua dateng ke sini ga nitip minta dibawain selendang mbok jamu. Kayaknya agak menolong tuk ngurangin beban deh kalo pake selendang ituh.
Lalu kembali ke topik awal, yaitu tentang BST. Kesimpulan yang bisa aku ambil dari baca di beberapa website adalah bahwa BST ini terbagi dari 2 metode:
1. Metode Cry It Out(CIO)
Pada dasarnya, metode CIO ini terbentuk karena beberapa pakar anak(dokter anak) merasa bahwa seorang bayi atau anak untuk bisa tertidur dengan sendirinya adalah merupakan suatu keahlian. Sama seperti keahlian-ahlian lainnya bahwa keahlian ini juga bisa didapat/dicapai oleh si bayi/anak bila mereka diberi kesempatan untuk melakukan itu.
Seorang bayi/anak yang selalu digendong atau disusui ketika mau tidur, tidak akan bisa belajar tidur dengan sendirinya. Karena mereka sudah terbiasa dengan kebiasaan digendong dan disusui itu. Sehingga bila pada tengah malam mereka terbangun, mereka akan menangis dan tidak bisa tidur lagi dengan sendirinya. Mereka baru akan tertidur lagi bila digendong-gendong atau disusui.
Oleh sebab itu, metode CIO ini memberikan kesempatan kepada si bayi/anak untuk bisa menenangkan diri mereka sendiri. Waktu inilah yang diharapkan si bayi/anak bisa menemukan apa yang bisa membuat mereka tertidur sendiri(entah dengan ngemut jari atau mlintir-mlintir rambut atau ngedot, dll). Sehingga mereka tidak tergantung kepada orang tua mereka ketika ingin tidur. Dan merekapun akan bisa terlelap sendiri bila mereka mengantuk tanpa harus digendong-gendong, digoyang-goyang atau disusui.
Kenapa disebut CIO? Karena biasanya dalam pelaksanaan metode CIO ini, si bayi/anak akan menangis dikarenakan mereka dibiarkan ditaruh di tempat tidur mereka tanpa diangkat/digendong-gendong oleh orang tua mereka. Pada saat inilah, diharapkan si anak akan bisa menemukan kesukaan mereka(seperti ngemut jari, dll) yang akan membantu untuk dapat tertidur sendiri.
Salah satu metode CIO yang terkenal adalah metode yang dikembangkan oleh Dr.Richard Ferber(dokter anak). Pada metode ini orang tua disarankan untuk menaruh bayi mereka di tempat tidur ketika si bayi sudah mulai ngantuk tapi masih dalam keadaan terbangun(belum tertidur), lalu ditinggal. Dan bila si bayi menangis ketika ditaruh, orang tua dianjurkan untuk membiarkan si bayi menangis selama beberapa saat(dalam rentan waktu yg konsisten), lalu setelah waktu yg ditentukan itu habis orang tua diperbolehkan untuk menenangkan si bayi dengan berbagai macam cara(tergantung tiap orang tua~tetapi bukan diangkat/dogendong). Contoh: ketika si bayi menangis, biarkan selama 10 menit. bila dalam jangka waktu 10 menit si bayi masih menangis maka orang tua harus menenangkan si bayi dgn cara masing-masing(misal: ditepuk-tepuk pantatnya, dielus-elus kepalanya, dinyanyiin nina bobo, dll) sampai si bayi berhenti menangis. setelah si bayi berhenti menangis lalu si bayi ditinggal lagi. dan jika si bayi menangis lagi, maka ulangi lagi dgn cara yang sama dengan durasi waktu yang lebih lama(contoh: jeda waktu pertama 5 menit. kedua 10 menit. ketiga 15 menit, dst). Ulangi terus sampai si bayi benar-benar tertidur.
Pada metode CIO, tiap jeda waktu yg sudah ditentukan itulah si orang tua akan datang dan menenangkan si bayi/anak dan diharapkan dengan pelatihan ini si bayi/anak mengerti bahwa orang tuanya selalu ada bila dibutuhkan tanpa harus terus-terusan berada disamping mereka.
Banyak yang ga sependapat dengan metode Ferber ini. Kata mereka, membiarkan seorang anak menangis tanpa langsung bertindak menenangkan akan membuat si anak merasa bahwa mereka tidak bisa mempercayai orang tua mereka, juga bisa berdampak buruk bagi psikologis anak di masa depan tentang rasa aman dan keamanan.
Nah, bagi yang setuju dengan pendapat di atas bisa mencoba metode BST yang ke-2.
2. Metode No Tears(NT)
Kebalikan dari CIO, metode NT menganjurkan agar orang tua langsung tanggap bila si bayi/anak menangis sehingga si bayi/anak berhenti menangis.
Pakar anak yang terkenal dalam mengenalkan metode NT ini adalah Dr. William Sears. Dia menganjurkan orang tua yang mengikuti metode NT ini dengan sabar mengikuti kebiasaan waktu tidur si bayi/anak. Kemudian juga dalam penerapan metode NT dianjurkan juga untuk selalu melakukan kontak fisik(misal: digendong, digoyang-goyang, disusui,dll). Dan sebaiknya si bayi/anak tidur dalam 1 tempat tidur dengan orang tuanya. Karena dengan begitu, si anak merasa aman dan nyaman.
Dalam metode NT ini juga bisa dilaksanakan dengan cara membuat ritual sebelum tidur. Contohnya: sebelum tidur si bayi/anak dimandikan dahulu. Lalu dipijat-pijat. Kemudian dibacakan cerita. Dan terakhir adalah waktu untuk tidur.
Para pakar anak percaya bahwa bayi(meskipun masih beberapa bulan) bisa dilatih dan cepat tanggap dengan kebiasaan sehari-hari mereka. Karena mereka belum mengenal adanya waktu. Sehingga dengan adanya ritual itu mereka mengerti "oooh, ini saatnya untuk tidur" atau "oooh, ini saatnya untuk main", dsb.
Kedua metode di atas tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar. Kedua-duanya merupakan alat bantu bagi orang tua yang ingin melatih anak mereka tuk bisa tidur sendiri. Oleh sebab itu, tiap orang tua diberi kebebasan tuk memilih dengan cara yang sesuai dengan keinginan mereka. Tidak menggunakan kedua metode itupun tidak apa.
Banyak sekali para fans metode CIO yang menganggap bahwa metode NT tidak baik. Begitu juga sebaliknya. Padahal yang perlu ditekankan adalah tiap anak beda-beda. Ada anak yang sukses bisa tidur sendiri setelah dilatih menggunakan metode CIO, ada juga anak yang sukses dengan metode NT. Bahkan ada juga anak yang setelah menggunakan kedua metode di atas tetap susah tidur dengan sendirinya. Sebaliknya, ada anak yang tidak perlu menggunakan kedua metode di atas sudah bisa tidur sendiri.
Setelah mengetahui kedua metode di atas, akhirnya kami sepakat tuk mencoba 2-2nya. Pertama-tama kami mencoba metode CIO. Kenapa ga metode NT aja yg pertama kali dikenalin ke zhavar? Karena setelah aku tanya sama dokter-nya zhavar, menggunakan metode CIO lebih ampuh(menurut dokter di sini, kebanyakan orang Belanda sudah terbiasa menggunakan metode ini) dan juga kalau bayi nangis bagus tuk jantungnya. Jadi deh, kami pakai CIO. Tapi pelaksanaan metode ini ga berlangsung lama. Padahal udah ditekankan oleh para pakar(baik CIO atopun NT), bahwa yang menjadi kunci sukses dari BST ini adalah konsistensi dari si orang tua. Memang dibutuhkan kesabaran dalam BST ini. Sedangkan aku tuh paling ga tega ngebiarin zhavar nangis lama-lama. Kalau mas indra sih cuek denger zhavar nangis. Yang penting selama zhavar nangisnya bukan karena dia sakit atau hal-hal penting, mas indra tahan ngebiarin zhavar nangis. Katanya juga biar zhavar ga manja
. Sebenernya sih dengan metode CIO ini, pada hari ke-3 zhavar udah mulai bisa tidur sendiri, meskipun masih pake nangis sekitar 5 menitan. Dan pada hari-hari berikutnya frekuensi nangis dia sebelum tidur berkurang. Tapi ya karena aku ga tega itulah jadi aku minta ke mas indra tuk nyoba metode NT. Trus, alhamdulillah ga sampe seminggu zhavar udah pinter tidurnya. Aku coba metode NT dengan memakai ritual sebelum tidur. Jadi, tiap malem sebelum zhavar tidur ritualnya adalah dimandiin, diblonyo, main-main bentar dan terakhir disusui baru deh dia tidur. Karena aku konsisten ngelakuin metode NT ini, jadi zhavar juga mulai terbiasa dgn ritual tidurnya. Dan dia mulai ngerti kalau udah mulai dimandiin, diblonyo, main bentar dan disusuin setelah itu dia harus tidur.
Jadi, sekali lagi alhamdulillah semenjak umur 3 bulan zhavar kalo tidur malem udah gampang. Ga pake nangis-nangis heboh lagi. Daaaan yang terpenting, dia udah ga pernah bangun pagi-pagi buta. Jadi kalo udah tidur jam 9 malam, langsung bablas tidurnya sampe jam 6 pagi bangun minta susu dan kembali tidur lagi. Baru deh jam 9 pagi dia bener-bener bangun dan main-main.
Sekarang aku mulai ngerti, kalo orang-orang yang udah pernah punya anak selalu bilang ke aku "Pokoknya setelah 3 bulan pertama, udah mulai enak deh". Ya mungkin karena itu, kita udah bisa menyesuaikan dengan kebiasaan si bayi dan si bayi pun udah bisa dikit-dikit dilatih tuk mengenali rutinitas sehari-hari dia.
***********
UPDATE:
23 Juli 2007—> Karena kulitnya zhavar termasuk yang kering, jadi ga tiap malam dimandiin. Tapi 2 hari sekali aja. Dan untuk tidur siang juga ga perlu dimandiin, cukup disusuin ajah dan dia pun langsung tertidur. Kalo lagi diajak keluar rumah pas waktunya dia tidur(ketawan kl ngantuk pasti dia rewel), langsung ditaro di kereta dorongnya dan di ajak jalan-jalan pasti deh tidur.







interesting post.. Naila dulu pake metoda kedua sih. tapi emang sampe sekarang dia itu tipe anak yg seneng main sampe malem dan bangun kesiangan
.
Comment dari yanti — July 24, 2007 @ 12:38 am
tuk mba yanti>>wah mba..naila kebalikan dari zhavar dong..kl zhavar tuh doyan bangun pagi..justru ortunya nih yg doyan bangun siang..hihihi..:D
Comment dari senaz — August 2, 2007 @ 2:30 pm