• banner yg ke-4 copy
  • ..potret senaz :: Tentang Nama :: June :: 2007

    June 9, 2007

    Tentang Nama

    Tersimpan di kategori: umum

    Kira-kira pas aku hamil 2 bulanan, kami udah sibuk cari-cari nama. Dan secara kebetulan keinginan aku tuk ngasih nama dengan bahasa Arab/Persia sama dengan mas indra(sebenernya sih yang kami berdua mau adalah nama-nama Islam~bukan yg berbau nasrani). Jadi pas cari nama tsb, kita udah fokus ke nama-nama Arab.

    Karena kami belum tahu jenis kelamin si bayi, jadi kami cari nama untuk perempuan dan laki-laki. Eh, ternyata kami berdua hanya nemu nama untuk perempuan. Kalo yang laki-laki belum sreg semua. Tapi saat itu kami merasa ga masalah, karena masih ada waktu 7 bulan lagi tuh cari nama laki-laki dan siapa tau si bayi berjenis kelamin perempuan. Jadi semenjak itu kami ga pernah lagi browsing di internet nama-nama bayi.

    Lalu, ketika aku menginjak usia kandungan 4 bulan, kami emang niat pengen tau jenis kelamin si bayi. Dan hasil dari USG menyatakan bahwa si calon bayi adalah laki-laki. Langsung dari situ kami mulai sibuk lagi cari-cari nama bayi laki-laki. Ternyata cari nama untuk anak tuh susah(menurutku loh). Karena kadang-kadang giliran aku sreg dengan suatu nama, mas indra ga suka dan sebaliknya.

    Akhirnya pencarian nama tsb pun kami tinggalkan. Kami fokus ke hal-hal lainnya.

    Pas aku hamil 8 bulan, baru kami sadar lagi bahwa si bayi belum punya nama yg fix. Kami sih udah punya beberapa alternatif nama. Cuma dari beberapa tsb, belum ada yg kami tentukan pasti bahwa itu yg terpilih. Sudah ada 1 yang paling kami berdua sama-sama suka. Cuma kami belum yakin apakah yg kami suka itu mempunyai arti yang sesuai dengan keinginan kami. Maklum saja kami bimbang, karena kami mencari tahu tentang nama-nama tsb di internet. Dan tahu sendirilah, di internet keabsahannya harus dire-check lagi.

    Untuk meyakinkan akan arti dari nama-nama yg kami pilih tsb, maka mas indra minta bantuan Yaseer(orang masjid Selwerd~salah satu masjid di Groningen sini). Karena Yaseer orang Arab dan pengurus masjid Selwerd, jadi bisa dipertanggung-jawabkan hasilnya. Karena ada salah satu temannya mas indra yang diberi nama X(sebut saja X) oleh orang tuanya. Ternyata arti dari nama itu adalah salah satu dari nama hewan. Padahal si X ini dinamakan dengan bahasa Arab. Sebenarnya keinginan dari si orang tua X ini arti nama anaknya bagus, cuma secara kebetulan nama yang diingini ortu X tsb hampir mirip dengan nama hewan. Dan karena ortu si X tdk mengerti bhs Arab, yg terpilih malah yg berartikan hewan.

    Alhamdulillah dengan bantuan Yaseer beserta istrinya(kebetulan istrinya juga orang Arab yg bekerja sebagai guru bahasa Arab di sini) via telepon ataupun tatap muka, kami bisa mendapatkan terjemahan yang benar dari nama-nama pilihan kami tsb. Bahkan, setelah konsultasi nama itu selesai, mereka masih meminjamkan buku nama-nama Arab yang mereka punya. Mungkin biar kami bertambah yakin, nama mana yang akan kami pilih.

    Hasil dari konsultasi terjemahan dgn Yaseer + istri, kami akhirnya sepakat memilih nama depan yaitu "Zhavar". Yang artinya victorious(penuh kemenangan) dalam bahasa Arab & strong(kuat) dalam bahasa Persia.

    Lumayan, yang tadinya belum dapet nama akhirnya dapet first name juga. Untuk middle name aku dan mas indra masih belum nemu titik temu(hayo loh bingung..hehe). 

    Sampai akhirnya udah hari H(pagi-pagi sebelum aku diinduksi), kami baru memutuskan "Fahiem" sebagai nama tengahnya. Artinya adalah smart/wise(pintar/bijaksana) dalam bahasa Arab.

    Daaan, untuk last name kami memakai nama belakang mas indra yaitu "Muliawan". Sebenernya  emang niatnya sebagai family name, dan alhamdulillah artinya juga bagus(orang yang mulia).

    Jadi, kami baru menemukan nama yg pas yaitu "Zhavar Fahiem Muliawan", beberapa jam sebelum kelahiran anak kami. Mohon doanya, smoga Zhavar akan menjadi anak dan orang yang sesuai dengan pengharapan orang tuanya. Amiiin.

    7 Komentar »

    The URI untuk Taut Balik tulisan ini: http://senaz.blogsome.com/2007/06/09/tentang-nama/trackback/

    1. Ooo…jadi gitu ya perjalanan panjang cari namanya. Hm…keren namanya, diamin kan ya dedek Zhavar sesuai dg arti namanya. Hehehe…jd inget waktu pilih2 nama buat anak2ku, juga bingung & aku serahin aja semua ke suami, dia lebih jago deh soal yg gitu2 hehehe..

      Comment dari dessy — July 22, 2007 @ 6:57 am

    2. tuk mba des>>>makasih mba..
      iya nih,ternyata ngasih nama anak itu bukan perkara mudah ya..karena nama itu akan melekat di anak kita seumur hidup..jadi aku ga mau hanya krn sebuah nama nanti anakku jadi ejekan,dll(kalo misalkan ortunya ngasih nama asal loh)..bgituuu

      Comment dari senaz — August 22, 2007 @ 11:15 am

    3. Assalamualaikum.
      Namanya bagus, mengandung doa yang baik dari ortunya. Moga Zhafar jadi anak shaleh yang berbakti ke orang tuanya ya. :)
      Nice blog Senaz

      -Dianti aka Hani, SMPI Al Azhar Jaka Permai angkatan 2-
      hayo, masih inget ga???

      Comment dari Dianti — October 8, 2007 @ 8:03 am

    4. kak senaz, kl nda salah, zhavar itu jg nama salah seorang raja di india deh jaman dahulu kala..

      oyaaa?..waaa..aku malah baru tau..aku googling dulu deh.jd penasaran..hehehe..thx ya sha infonya..

      Comment dari nasha — February 26, 2008 @ 6:41 am

    5. assalamualaikum mba salam kenal..
      bnyk yg blg ktnya mmg klo memberi nama anak itu yg paling bagus adalah ayahnya…
      spt aku, kedua anakku, sama sekali aku tdk ada andil di sana, yg ptg artinya bagus yg bisa memberikan kebahagiaan dan keberkahan kpd keluarga kecil kami..amien…

      álaikumsalam mba iyha..salam kenal jg ya..ya mgkn enak jg ya kl kita tinggal trima beres..jd suami aja yg mikirin nama..kita mikirin persalinan ajah..hehe..tp berhubung aku orgnya pgn ikut sibuk nyari nama, ya gitu deh..kami berdua jd cari nama kesukaan masing2..eeeh ternyata kesukaanku sama dgn kesukaan suami..he3..iya ya mba..pkknya yg penting bagus dan membawa keberkahan..amiiin..

      Comment dari iyha — November 13, 2008 @ 3:52 am

    6. menurut aku, nama itu haruslah yang mempunyai arti yang baik, karena nama itu adalah doa dari orangtua kepada anaknya.

      yang kedua dan ga kalah pentingnya, nama itu sebaiknya untuk mencerminkan asal-usul dan jati diri si anak.

      pada cerita mbak tadi tentang yang orang tua memberi nama anak yang ternyata artinya adalah hewan. memang fenomena seperti banyak terjadi di indonesia. no offense, menurutku itu adalah karena bangsa kita kebanyakan ’silau’ dengan bangsa lain. selalu menganggap bangsa lain lebih bagus, sampai2 memberi nama anak pun, dya ambil dari bahasa asing (nama barat atau nama arab) yang padahal artinya saja pun dya tidak tahu. perlu diketahui lebih jauh, bahwa Arab tidak sama dengan Islam, dan Islam tidak sama dengan Arab. menjunjung tinggi agama Islam tidak berarti harus mengagung2kan budaya Arab dan mengabaikan budayanya sendiri.

      Pesan saya, jadilah bangsa yang bangga dengan budaya dan asal usulnya sendiri.

      ~bangsa yang maju adalah bangsa yang menghargai budaya-budaya leluhurnya~

      Comment dari dewi — January 20, 2009 @ 11:44 am

    7. komentar mbak dewi di atas sepertinya juga perlu ditambahin nih…

      budaya sendiri yang baik dan sesuai islam (bukan sesuai arab ya..)-lah yang jangan diabaikan. Yang tidak sesuai islam sih ya abaikan saja.. Jadi, selektif..

      bangga terhadap budaya dan asal usulnya sendiri boleh aja, tapi jangan terperangkap sehingga tidak ada inovasi baru karena hanya melihat budaya leluhur melulu..

      Islam hanya menganjurkan memberi nama yang baik sebagai doa dari orang tua buat anaknya. Gak ada anjuran untuk mencerminkan asal-usul si anak. Penamaan dari budayanya sendiri boleh saja, selama artinya baik, namun dari budaya lain pun tidak ada masalah, selama artinya baik. Namun memang salah kaprah banyak terjadi saat orang tua merasa ada kewajiban/ lebih afdol bila anaknya dinamai dengan nama dari Arab atau kebudayaan lainnya.

      terakhir, kalau menurutku sih:
      bangsa yang berpotensi maju adalah bangsa yang punya pendirian dan harga diri” … maksudnya, gak selalu merasa budaya lain pasti lebih bagus, dan juga selektif dalam melestarikan budaya leluhurnya..

      Comment dari luhur — January 21, 2009 @ 8:56 am

    RSS feed untuk komentar pada tulisan ini.

    Mau berkomentar?

    Garis dan alinea pisah secara otomatis, alamat e-mail tidak akan ditampilkan, HTML yang diperbolehkan: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



    Anti-spam measure: tolong ketik ulang teks di atas ke dalam kotak yang sudah disediakan.