Pilek ku hampir sembuh
Pagi-pagi sekali, atau lebih tepatnya pagi buta, bunda membangunkan ayah yang sedang tidur lelap
. Ternyata sebelumnya aku telah bangun dan sulit bernafas. Lubang hidungku semua tertutup lendir ingus yang menghalangi aliran udara untuk bernafas. Ayah segera bangun dan menelpon konsultatie buro dengan harapan mereka dapat memberikan saran mengenai apa yang dapat dilakukan orang tuaku untuk mengurangi lendir di hidungku. Apa boleh buat, ternyata semua sudah dilakukan orang ta ku malam sebelumnya, sehingga semuanya tergantung pada ku sekarang..
it was up to me to get better.. Hal-hal yang dilakukan orang tuaku tersebut adalah : 1. Menyemprotkan larutan garam ke lubang hidungku setiap 4 jam sekali, apabila terlihat perlu… 2. Meletakkan irisan bawang di tempat tidur ku, sejajar dengan hidungku (ini saran dari konsultatie buro lho!) 3. Membalur dada, punggung, tangan dan kakiku dengan campuran minyak telon dan air bawang.. atas saran eyang mama… Sekitar pukul 9 pagi aku mengisyaratkan pada bunda aku ingin ASI. Hidungku sudah agak lega. Namun sekitar pukul 12 siang mulai tertutup lendir lagi. Ayah menyemprotkan lagi larutan garam ke lubang hidungku. Uh! gak enak!.. aku menangis sekeras-kerasnya…
Aku gak tahu mana yang lebih gak enak, susah bernapas atau semprotan ayah.. setelah 10 menit berselang, hidungku agak lega,.. basah, tapi lega.. kemudian bunda menggunakan alat-penyedot-ingus untuk mengambil lendir di hidungku… Sekarang aku harus siap-siap… karena kalau nanti hidungku penuh lendir lagi, ayah masih punya sebotol kecil larutan garam, siap untuk disemprot.. hiiii…






