Ke Posyandu
Hari ini umurku genap 1 bulan! Pagi tadi ayah, bunda dan eyang mama mengantarku ke posyandu. Uh.. seperti biasa,.. kami ketinggalan bus! Padahal jadwal yang telah ditentukan sudah amat dekat.. harus cepat-cepat, karena orang Belanda biasanya kalau jadwal yang sudah ditentukan terlewat, gak ditungguin oleh posyandunya, dan kami harus buat janji dan mendapatkan jadwal baru.. Karenanya, lalu ayah segera menelpon taksi. Di posyandu, seluruh pakaianku dilucuti .. bunda dan eyang mama melakukannya sambil tertawa-tawa.. huh.. kan dingin… kok diketawain… lalu aku ditimbang… beratku sudah 4,56 kg lho! lalu lingkar kepalaku juga diukur. Kata dokter pertumbuhanku di atas rata-rata.. Alhamdulillaah.. Karena bagian tubuhku yang terkena popok agak memerah, bu dokter juga mengecek apakah itu disebabkan pampersnya atau alergi terhadap ASI .. ternyata katanya bukan karena ASI.. Lalu aku dibaringkan di atas perutku karena bu dokter mau melihat seluruh tubuhku,.. kebetulan.. ini kesempatan untuk menunjukkan bahwa aku sudah mulai kuat mengangkat kepalaku dan menahan badanku dengan tangan.. hihihihi.. berhasil lho.. sampai beberapa kali dokternya berujar "sterke jongen…" .. anak kuat… Setelah selesai diperiksa, dokter mengatakan bahwa bulan depan aku akan diimunisasi.. yey!.. Oiya.. Posyandunya kira-kira 5 menit jalan kaki dari pusat perbelanjaan lho! maka kami berempat setelah selesai pemeriksaan di posyandu, jalan-jalan ke sana. Ayah hanya ingin sarapan sebelum kembali memulai harinya yang padat.. namun eyang mama dan bunda .. hmm.. terus dengan ku jalan-jalan di situ sampai sore! terhitung sekitar pukul 18.00 kami kembali tiba di rumah.. huuu … capek Bunda! aku ingin tidur di tempat tidurku..

mudah-mudahan bunda menyadari aku juga mau makan.. hehehe.. Uh.. sebal.. aku sudah nangis keras-keras, didiamkan bunda.. 5 menit aku menangis, bunda mulai memperhatikanku… tapi aku dengar ayah berkata "Udah, biar aja nangis dulu yang puas, .. sarapan dulu abisin, itu kan juga perlu buat produksi ASI.." Huaaa!! Ayah! Tega nian!.. 
. Kapan dilakukan? gak tau kalau bayi-bayi lain. Yang jelas kalo aku sih waktu mau minta ASI, tapi malah dijemur sama eyang mama.. huhuhuhuhu… 
Ini kali pertamaku seumur hidup (yang memang belom sebulan.. hihihi) aku ngenyot lho! 

. Ternyata sebelumnya aku telah bangun dan sulit bernafas. Lubang hidungku semua tertutup lendir ingus yang menghalangi aliran udara untuk bernafas. Ayah segera bangun dan menelpon konsultatie buro dengan harapan mereka dapat memberikan saran mengenai apa yang dapat dilakukan orang tuaku untuk mengurangi lendir di hidungku. Apa boleh buat, ternyata semua sudah dilakukan orang ta ku malam sebelumnya, sehingga semuanya tergantung pada ku sekarang..
it was up to me to get better.. Hal-hal yang dilakukan orang tuaku tersebut adalah : 1. Menyemprotkan larutan garam ke lubang hidungku setiap 4 jam sekali, apabila terlihat perlu… 2. Meletakkan irisan bawang di tempat tidur ku, sejajar dengan hidungku (ini saran dari konsultatie buro lho!) 3. Membalur dada, punggung, tangan dan kakiku dengan campuran minyak telon dan air bawang.. atas saran eyang mama… Sekitar pukul 9 pagi aku mengisyaratkan pada bunda aku ingin ASI. Hidungku sudah agak lega. Namun sekitar pukul 12 siang mulai tertutup lendir lagi. Ayah menyemprotkan lagi larutan garam ke lubang hidungku. Uh! gak enak!.. aku menangis sekeras-kerasnya…
Aku gak tahu mana yang lebih gak enak, susah bernapas atau semprotan ayah.. setelah 10 menit berselang, hidungku agak lega,.. basah, tapi lega.. kemudian bunda menggunakan alat-penyedot-ingus untuk mengambil lendir di hidungku… Sekarang aku harus siap-siap… karena kalau nanti hidungku penuh lendir lagi, ayah masih punya sebotol kecil larutan garam, siap untuk disemprot.. hiiii…






