dingin-dingin ke luar jadi pilek
Hari ini persediaan makanan di apartemen kami mulai menipis. Bunda dan eyang mama memutuskan untuk pergi ke supermarket, "super de boer"… Bunda ingin sekali mencoba tas penggendong bayi yang sudah lama dipesannya (tapi baru datang) itu. Setelah aku dipakaikan baju hangat secukupnya, beliau membawaku ke luar rumah. Namun baru setengah jalan, aku kesal dan marah-marah.. karena dingiiiin… kakiku kan keluar dari tas itu.. jadi menggantung langsung kena angin… Bunda langsung membawaku pulang. Beberapa jam kemudian, aku mulai bersin-bersin, dan hidungku penuh lendir sehingga aku sulit bernapas. Bunda dan eyang mama mengusahakan segala cara agar aku cepat sehat kembali. Sepulangnya ayah ke rumah, beliau geleng-geleng kepala setelah melihat video di atas. Menurut ayah, ini baru pertama kalinya beliau melihat ada orang membawa anak dengan tas bayi waktu keadaan dingin, dengan bayinya di luar mantel. Biasanya tas bayi dikenakan dulu, baru mantel dipakai, sehingga si bayi juga tertutup mantel dan hangat dari tubuh yang menggendong… Eyang mama ingin mengoleskan vicks untuk anak-anak ke punggungku. Ayah segera bergegas ke apotek. Karena sudah malam, satu-satunya apotek yang siaga di Groningen adalah yang terletak di Hanzeplein. Jaraknya kira-kira 1,5 km dari tempat tinggal kami. Di apotek, karena umurku baru kira-kira 2 minggu, asisten apotekernya tidak menyarankan aku diberi vicks. Katanya terlalu keras. Ayah disarankan untuk menggunakan larutan garam yang disemprotkan ke lubang hidungku. Bila sudah encer, dapat disedot dengan menggunakan suatu alat khusus. Sesampainya ayah di rumah, hidungku disemprotnya. Uuuuh.. gak enaaak.. tapi 20 menit kemudian lendirnya mengencer dan aku bisa bernapas lebih lega. Walau demikian, pilekku masih belum hilang.. Akhirnya aku diberi "pakaian khusus flu" oleh orang tua ku agar aku lebih nyaman tidur..

Ayah senang sekali
dengan keberadaan ku, sampai beliau mengeluarkan kameranya yang sudah lama teronggok di atas lemari dan mengambil banyak foto-foto diriku.. Ini beberapa contohnya :
, jadi kata beliau dia akan pergi hari Senin berikutnya..
Janni tidak hanya seorang perawat, ia juga membantu orang tuaku dalam menjalani hari-hari pertama sebagai orang tua, yaitu mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah
, seperti cuci piring, membersihkan kamar mandi, menyetrika, dan lain sebagainya.. Pada hari ketiga, beberapa teman dan kenalan orang tua ku datang ke apartemen kami untuk memberikan selamat. Aku tidur terus, hanya bangun saat lapar atau popokku basah. Pada hari ke empat lebih banyak lagi yang datang, seharian penuh lho!.. walau letih, orang tua ku senang sekali.. Aku? gak peduli.. aku tidur, nangis, minum susu, dan sekali-sekali minta ganti popok.. kapan pun aku mau.. bahkan saat sedang bersama tamu-tamu..
Bunda, Ayah, and Eyang Mama tiba di rumah sakit sekitar pukul 9 pagi.. Setelah menahan sakit selama sekian jam, aku dilahirkan Bunda pada pukul 14.25 ! Saat lahir aku menangis sekencang-kencangnya.. 
Ini foto-foto ku beberapa saat setelah lahir.. (gambarnya memang kurang bagus, karena ayah mengambilnya dengan menggunakan ponselnya..)
if you know what I mean.. 





