3 tahun usia kami
Siapa yang nyangka, kalau ternyata jodohku adalah mas Indra? Aku bertemu dengan suamiku itu secara tidak sengaja. Maksud aku tidak sengaja disini adalah bahwa saat itu aku memang tidak sedang mencari pacar(calon suami). Kali pertama aku bertemu dengan mas Indra adalah ketika aku beserta orangtua dan adikku ikut mengantarkan kakakku ke Belanda tuk berkumpul kembali dengan suaminya(yg saat itu sedang kuliah di sana), setelah mendapatkan resident permit. Nah, mas Indra itu adalah teman kuliah suami kakakku di Belanda. Waktu kami sekeluarga mendarat di Belanda, ternyata suami kakakku mengajak teman-temannya(salah satunya mas Indra) untuk ikut menjemput kami. Jadilah aku dan mas Indra berkenalan pertama kali di Schipol Airport-Amsterdam. Seperti aku bilang di awal cerita bahwa aku sedang tidak mencari pacar, maka perkenalan itu berlalu begitu saja.
6 bulan kemudian, kakakku melahirkan anaknya yang ke-2 di Belanda. Langsung deh, selang beberapa minggu aku dan mamaku berangkat ke Belanda tuk menengok si bayi. Dan ini adalah pertemuan kedua-ku dengan mas Indra. Bisa dibilang aku mulai akrab dengan mas Indra ya saat itu. Karena selama aku di sana, yang nemenin aku belanja dll adalah mas Indra. Sedangkan kakakku masih dalam kondisi pemulihan pasca melahirkan, jadi ga bisa kemana-mana. Mamaku bantu-bantu masak dan ngurus bayi. Suami kakakku jg repot dengan kuliahnya dan ngurus anak pertamanya. Jadi deh aku di sana bagian yang disuruh-suruh keluar rumah beli ini itu. Dan karena aku belum hafal tempat-tempat belanja,dll akhirnya yg nemenin ya mas Indra, krn emang rumahnya dia deket banget dengan rumah kakakku. Setelah seminggu di Belanda, akhirnya aku dan mamaku pulang ke Indonesia.
Sampai di Indonesia, aku masih berhubungan dengan mas Indra melalui sms, telpon atau chatting. Dan akhirnya kami berdua memutuskan untuk berpacaran jarak jauh. Setelah mas Indra lulus dari S2 hukum nya, dia langsung pulang ke Indonesia dengan membawa kabar baik bahwa dia mendapat beasiswa tuk melanjutkan S3. Pihak keluarga mas Indra(terutama ibu mas Indra), tidak sreg melepas anaknya untuk melanjutkan S3, sebelum berkeluarga. Oleh sebab itu, hanya dalam waktu 3 bulan setelah mas Indra sampai di Jakarta kami melangsungkan akad nikah dan resepsi. Selain itu, pihak keluargaku maupun mas Indra sudah setuju sekali dengan hubungan kami. Jadi buat apa lagi ditunda-tunda?
Dan tak terasa, hari ini tepat 3 tahun saat mas Indra mengucapkan Ijab Kabul ketika menikahiku. Alhamdulillah hanya kebahagiaan yang aku rasakan selama ini dan moga saja seterusnya akan seperti ini. Amiin. Kalaupun ada cek cok, itu hanya sebagian keciiiiil dari kehidupan sebagai suami istri. Dan sebentar lagi(insyaAllah) akan hadir anggota baru dalam keluarga ini.
Terima kasih ya Allah, Engkau telah mempermudah segalanya tuk kami.







HAppy anniversary…semoga terus menjadi keluarga sakinah mawaddah wa rahmah dan diberkahi Allah SWT. Amiiin…
Comment dari Dessy — December 21, 2006 @ 2:35 am
happy anniversary & salam kenal
Comment dari yanti — December 21, 2006 @ 3:05 am
happy anniversary yah!!
i’m so happy for you hehe.. sehat2 ya teh…
Comment dari amellie — December 22, 2006 @ 3:17 am
Waah aku ketinggalan berita nih, maap yah blm smpt maen ke sini. Trnyt ada yg anniversary.. Slmt ya Naz.. 3 thn mah kt Nenekku msh lucu-lucunya.. Still to come in the next 5, 10 even 20 years.. Smg panjang jodoh, selalu dpt menyelesaikan masalah yg hadir [krn sbnrnya TAK ADA KESALAHAN YG TAK DPT DIMAAFKAN, TAK ADA MASALAH YG TAK DPT DISELESAIKAN], smg dikaruniai amanah2 yg dpt menjadi penyejuk hati.. Amiiin..
Comment dari Vina — December 25, 2006 @ 12:31 am
tuk mba Des>>makasih mbaaa..amiiin..
tuk mba yanti>>makasih & salam kenal jg ya mba!!!
tuk amel>>eh, si amel adikku..makasih yaaa..amin2..
tuk mba vin>>mba viiiin..makasih doanya dan sesajennya..haha..amiiin..
Comment dari senaz — December 28, 2006 @ 10:53 am
semoga selalu berbahagia dengan cinta……..
dan aku kapan kini aku menunggu cinta menjemputku, karna kini cinta telah pergi. wahai teman2 ku do’akan aku semoga aku di jemput oleh cinta sejatiku
Comment dari ai nurhayati — April 30, 2007 @ 9:42 am