ket.foto: aku(kiri)…adikku(tengah)…sepupuku(kanan). foto diambil 2 tahun yang lalu
Kayaknya baru kemarin sore deh, ku antar jemput adikku ke sekolah. Eh, sekarang tiba-tiba adikku sudah mau lulus kuliah. Kayaknya baru kemarin sore deh, adikku meminta uang jajan ke mbak-mbaknya. Eh, sekarang dia sudah laporan kalau sembari kuliah dia kerja di child care dan sudah mendapat gaji. Kayaknya baru kemarin sore deh, adikku minta dimasakin dan diurusin segala sesuatunya. Eh, sekarang dia sudah bisa masak dan mengurus pengeluaran bulanan(bayar sewa apartment, listrik, air, gas, dll). Kayaknya baru kemarin sore deh, adikku curhat tentang kehidupan remajanya. Eh, sekarang justru aku yang sering curhat dan konsultasi ke dia.
Diatas hanya sedikit intro betapa aku bangga sekali dengan perubahan yang terjadi pada adikku ituh. Usia kami memang terpaut 4 tahun, jadi wajar saja kalau aku selalu menganggap adikku masih seperti anak kecil, anak ingusan, anak bau kencur, anak kemarin sore(meskipun umurnya sudah 21 thn
). Belum lagi ditambah dengan profil mukanya yang memang tergolong orang-orang awet muda alias baby face. Memang benar perkataan orang bahwa waktu berjalan dengan cepat. Dan seiring berjalannya waktu, bisa merubah pribadi seseorang. Jadi beruntung banget deh orang-orang yang mengalami perubahan ke arah yang lebih baik termasuk pendewasaan diri.
…tidak ada pola asuh anak yang sempurna…
Kembali ke topik awal, yaitu tentang adikku. Dia tuh kuliah di Psikologi UI dengan program twinning(2 thn di UI dan melanjutkan 2 thn lagi di UQ-University of Queensland). Berhubung punya adik yang background studynya psikologi, aku hampir tiap minggu konsultasi ke dia tentang nurturing children. Adaaa aja yang aku tanya tiap minggunya, soalnya emang rencana aku tuh setelah bayi ku lahir, aku sebagai ortunya ga buta-buta amat dalam mendidik dan mengasuh anak. Menurut adikku ini(berdasarkan literatur yang dia pelajari tentunya), pengasuhan secara Islami itu penting banget. Karena kadang sense seorang anak untuk berbuat baik/sopan bisa didapat dari logika agama. Makanya, sebisa mungkin sedari kecil si anak dikenalin ke Islam(bisa dengan cara si anak dimasukin ke sekolah Islam, TPA-Taman Pendidikan Al-Qur’an, dipanggil guru ngaji ke rumah, dan masih banyak lagi cara-cara lain). Orang tua dan sekolah adalah dua institusi penting dalam perkembangan anak. Begitu kata adikku. Trus, aku sempet komentar "wah, serem juga ya jadi orang tua. Kayaknya bener-bener susah deh." Lalu adikku memberi masukan lagi, bahwa tugas menjadi orang tua memang tidak mudah dan tidak ada sistem pengasuhan yang sempurna. Oleh sebab itu, orang tua jangan berharap menjadi orang tua yang sempurna, tapi jadilah orang tua yang sukses(orang sukses pasti pernah melalui berbagai rintangan dan kegagalan). Karena tiap anak beda dan ortunya pun beda. Pokoknya extreme involvement parents itu tidak baik, terlalu loose juga ga baik. Cara gampangnya, kita bercermin dengan pola asuh orang tua kita terhadap kita. Ambil pola asuh yang cocok dan bagus-bagus, kemudian selebihnya di modif sendiri. Perilaku anak juga dipengaruhi oleh personalitynya(berarti bawaan dari lahir), meskipun si personality ini ga 100% berpengaruh. Kalau perilaku anak sudah mulai bandel yang tidak wajar, coba di cek lingkungan mainnya. Sebisa mungkin dijauhkan dari temen-temen yang memberi pengaruh buruk terhadap perilaku anak kita. Pokoknya, sebagai orang tua harus konsisten. Contoh simpelnya: kalau kita pengen anak kita tuk selalu salim(cium tgn) org tua(bisa kakek-nenek, bude-pakde, dll), kita praise anak kita, kalo dia melakukan salim tsb. Kalo mereka kelewatan di ingetin, dan kalo alesan nya mereka lupa, terus akhirnya nyium tgn, kita praise lagi. Setiap anak pasti cari perhatian ibu bpk nya(butuh emotional connectednes) tergantung kita ngasi attention ke anak kita di mana?? pas dia lg melakukan kesalahan? ato ketika dia lg ngikutin apa kata kita? atau 2-2nya? itu teserah kita.
Wah, kebayang dong betapa aku bangga banget dapet ilmu yang menurut aku sangat berguna(kalau menurut dia sih, itu belum ada apa2nya-dia masih pengen ngelanjutin skolah lagi biar ilmunya nambah;0) dari adikku yang selama ini selalu jadi anak kecil di mata mbak2nya.