• banner yg ke-4 copy
  • ..potret senaz :: October :: 2006

    October 26, 2006

    Hobi Lama

    Tersimpan di kategori: umum

    Seperti yang pernah aku posting beberapa minggu yang lalu, kalo aku saat ini dalam kondisi yang lagi produktif. Mau tahu kerjaanku akhir-akhir ini apa sih sampe ngisi blog aja tertunda-tunda? Hmm, hintsnya adalah yang berhubungan dengan: jarum, benang, pola, meteran.

    Hohoho..kegiatan baruku bukan menjahit ya teman-temaaaan. Yang benar adalah MERAJUT

    knitting tools1Kenapa tiba-tiba merajut? Sebenernya ini bukan kegiatan baru bagi aku. Sebelum berangkat ke Belanda(tepatnya 2 tahun lalu), aku sempet belajar merajut(crocheting) sama asisten mamaku, waktu itu proyeknya bikin syal. Btw, intro nih, biar ceritanya nyambung(nanti ada yang bertanya-tanya lagih, kok mamaku punya asisten segala siii..hehe). My mom is a moslem clothing designer, butiknya ada di Dharmawangsa namanya Dharmawangsa Boutique by Merry Pramono. Kembali ke cerita awal. Setelah diajarin crocheting aku kurang suka. Alasannya ga jelas kenapa. Jadi berlalulah ilmu crocheting yang aku dapet.

    knitting tools2Pas aku udah di Belanda, ada seorang Indonesia yang udah lama tinggal di sini dan dia dengan baik hati mengajarkan aku merajut knitting. Trus, langsung deh aku jatuh hati dgn merajut versi knitting ini. Bagi yang awam tentang dunia rajut-merajut, penjelasan mudahnya perbedaan antara knitting & crocheting adalah di jarum yang kita pakai. Kalau knitting pakai jarum lurus. Sedangkan kalau crocheting pakai jarum yang ujungnya ada kaitnya.

    Tapi, meskipun aku udah jatuh hati dengan knitting, tetep aja kemampuan merajutku masih basic banget. Soalnya aku ga pernah menyelesaikan proyek merajutku. Pasti selalu berenti di tengah jalan. Kenapa? Karena aku orangnya bosenan. Sedangkan untuk merajut emang membutuhkan waktu dan kesabaran. Apalagi kalo proyeknya proyek besar, seperti bikin selimut, poncho, dll. Wuah, alamat ga selesai-selesai.

    Nah, sekarang berhubung aku lagi hamil yang otomatis hanya bisa berkegiatan yang ringan-ringan dan lagi di bulan-bulan yang fit untuk ibu hamil, aku mulai lagi suka merajut. Apalagi sekarang udah ikutan milis merajut(thx tuk mba Didy yang udah ngenalin ke milis ini).

    Karena asik banget dengan kegiatan baru yang sebenernya bukan baru ini, aku jadi banyak pengeluaran. Beli benang main asal comot ajah, ga liat-liat harga tiba-tiba di kasir harus bayar 24euro(4 gulung). Emang sih benang yang aku beli yang kualitasnya bagus, soalnya emang rencana mo bikin selimut tuk si baby, sekaligus syal tuk suami. Jadi benangnya harus halus dan tebel. Belum lagi di ebay rekening di paypalku juga tiris banget, karena aku hunting jarum dan buku pattern. Waduh, ternyata hobi yang satu ini sama aja dengan hobi-hobi lain yang akan menguras kocek. Tapi kalau proyeknya udah jadi, pasti ada kepuasan tersendiri dan mungkin masalah uang jadi nomer dua. Hmm, jadi kepikir juga nih. Kira-kira hobi apa ya yang ga ngabisin uang???*sambil ngernyitin dahi*

    October 23, 2006

    1 Syawal

    Tersimpan di kategori: umum

    Teman-temanku (bagi yang muslim),
    Aku dan suami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1427 H
    Tolong dimaafkan bila kami berdua pernah berbuat salah entah disengaja ataupun tidak..
    Semoga kita semua bisa menjadi fitri kembali..
    Amiiin..

    October 7, 2006

    15 Ramadhan ~ Ramadhan Dimana Saja

    Tersimpan di kategori: coretan bulan Ramadhan

    Semua orang pasti rindu dengan kampung halamannya. Apalagi pada saat bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran, dimana sudah merupakan suatu kebiasaan atau tradisi di negara kita(Indonesia tercinta) untuk berkumpul dengan sanak saudara di tanah asal kita. Aku sendiri juga merasakan hal yang sama. Beberapa bulan mendekati bulan suci ini, selalu terngiang dipikiranku betapa bahagianya bila aku bisa melalui bulan penuh hikmah ini bersama keluarga di negara tercinta.

    …tahun lalu terasa begitu gundul dan gersang dibulan Ramadhan…

    Tahun lalu, ketika untuk pertama kalinya aku merasakan harus menjalankan bulan puasa di negeri kincir angin, negeri tulip, negeri yang tidak beragama, negeri yang bebas dalam arti sebebas-bebasnya inilah aku merasakan semangat Ramadhanku turun. Entah mengapa. Mungkin karena aku home sick alias rindu kampung halaman terutama keluarga, rindu dengan suasana bulan Ramadhan yang begitu berapi-api dapat terlihat diseluruh pelosok tanah air atau rindu siraman-siraman rohani di radio, TV, bahkan sms sekalipun yang bisa kudapat tiap saat pada bulan itu. Entahlah. Tahun lalu terasa begitu gundul dan gersang yang kurasakan di bulan suci ini. Di dalam diriku sudah sebegitu dalamnya tertanam kenangan-kenangan dan suasana tiap bulan Ramadhan di tanah air yang selalu sama tiap tahunnya namun tetep membuat diri ini bergetir karena kangen dengan kedatangan bulan itu. Sehingga ketika harus menjalaninya di sini, seakan semangatku patah. Tentu saja tahun lalu tetep kujalankan ibadah-ibadah wajib pada bulan suci itu. Namun, tak lepas pula ku sering mengeluh dalam hati.

    Hari ini tak terasa, sudah dua minggu kulewati bulan Ramadhan ke-2 di sini. Apakah perasaanku tetep sama seperti dahulu? Ternyata waktu memang bisa merubah cara pandang seseorang. Bayangkan, setelah aku banding-bandingkan menjalankan bulan Ramadhan di sini bisa sama khusyuknya dengan di tanah air atau bahkan bisa lebih khidmat. Dengan segala keterbatasan yang ada di sini dalam menumbuhkan lingkungan seperti layaknya bulan Ramadhan di Indonesia, justru menambah kekhusukanku dalam beribadah. Di Indonesia semangat Ramadhan memang membara dan digaungkan oleh hampir seluruh komunitas. Dapat dilihat dari spanduk-spanduk yang bertebaran tidak hanya di Masjid-masjid, namun di semua gedung-gedung yang bertuliskan “Marhaban Ya Ramadhan. Selamat Menunaikan Ibadah Puasa.”, dll. Tetapi, banyak pula godaan-godaan yang mengganggu kita dalam menjalankan ibadah Ramadhan sepenuhnya. Salah satu contoh adalah banyaknya tayang-tayangan sinetron yang katanya sinetron Ramadhan. Sinetron yang seharusnya mengandung hikmah, mengarahkan orang untuk berbuat kebajikan, menjalankan perintah-Nya. Namun tetap saja jam tayangnya mengganggu dan menggoda orang yang sedang menontonnya untuk lalai dalam menjalankan sholat tepat waktu. Hanya orang-orang yang kuat pendiriannya dan tidak mudah tergoda akan menjauh dari sihir layar televisi itu.

    …Allah telah memberi kemudahan bagikami…

    Sedangkan di sini, pada bulan-bulan lain selain bulan Ramadhan saja aku tidak terlalu menyukai menonton TV. Bayangkan, baru saja pukul 7 malam sudah banyak iklan-iklan vulgar yang berkeliaran di layar kaca itu. Selain TV dan internet, jujur saja tidak ada hiburan lain yang bisa dinikmati kami;para perantau yang inginnya gratisan. Jadi secara otomatis pintu untuk bersenang-senang tertutup. Ternyata di sinilah keunggulan melaksanakan bulan Ramadhan secara maksimal di negeri ini yang sebelumnya atau lebih tepatnya tahun lalu aku belum menyadarinya. Bayangkan, Allah telah memberi kemudahan bagi kami;para perantau di negeri yang manusianya berakhlaq lebih rendah dari hewan sekalipun untuk tetap menjalankan ibadah Ramadhan. Belum lagi ternyata di sini juga ada perkumpulan muslim yang sangat erat persaudaraannya. Kalau melihat itu semua, tidak ada keluh kesah yang keluar lagi dari mulutku bahkan dari lubuk hatiku seperti tahun lalu. Justru, sisa 2 tahun ke depan di negara inilah aku harus menjalankan bulan Ramadhan ini sebaik-baiknya. Sehingga ketika aku balik ke kampung halaman sudah cukup mentalku untuk menepis semua godaan-godaan selama bulan-bulan Ramadhan berikutnya. InsyaAllah.

    Bukan berarti aku lebih menyukai Ramadhan di sini dibandingkan dengan di tanah air. Karena bagaimanapun, aku akan lebih memilih untuk berkumpul bersama keluarga tercinta dalam menjalankan bulan suci sekaligus dapat bersimpuh maaf pada kedua orang tua setelah sholat Idul Fitri. Namun, kusadari bahwa semangat Ramadhan sudah selayaknya dibawa dan dibangun dimana pun aku berada.

    October 5, 2006

    13 Ramadhan ~ Kegiatan blogging

    Tersimpan di kategori: coretan bulan Ramadhan

    Aku baru sadar, ternyata justru di bulan Ramadhan ini kegiatanku di rumah lebih produktif. Entah kenapa aku menjadi lebih rajin. Beres-beres rumah, menyelesaikan bacaan novel yang sudah menumpuk, ngaji, masak, dll, semua aku lakuin. Padahal biasanya selama beberapa bulan terakhir ini aku lebih ke kegiatan bermalas-malasan alias ngendon di tempat tidur melulu.

    Meskipun aku belum bisa full power seperti ketika belum hamil, tapi ini sudah merupakan peningkatan. Yang membuat aku senang adalah katanya di bulan Ramadhan ini tidur saja ibadah apalagi orang yang tidak tidur ya. InsyaAllah dapet pahala banyak nih..hihi..berharap banget deh.

    Ini juga salah satu sebab kenapa aku jarang update blog. Sebenarnya banyak banget yang bisa diceritain dan ditulis. Cuma karena tiap harinya aku melakukan banyak kegiatan, jadi tiba-tiba waktu sudah menunjukkan menjelang maghrib. Dan biasanya kalau sudah maghrib aku menghabiskan waktuku bersama suami dan si komputer jarang aku sentuh lagi. Salut juga sama temen-temen yang selalu rajin meng-update blognya, meskipun di bulan Ramadhan ini(*sambil nunjuk2 ke mba Vina ;p..mm, kayak si amel juga rajin tuh*).