Bertambah Tanda-tanda dari-Mu
Baruu saja beberapa hari yang lalu aku mendengar suara detak jantung si baby. Eeeeh, tadi malam aku merasakan tendangannya. Memang sih ini bukan tendangan yang pertama, melainkan yang kedua yang kurasakan. Hanya saja kali ini aku sangat yakin kalau ini memang benar-benar tendang si baby.
Tendangan pertama, yang kurasakan sangat halus sekali. Untuk merasakannya saja aku harus benar-benar konsentrasi. Aku harus dalam keadaan berbaring dan tidak bergerak-gerak. Begitu juga dengan suara-suara sekitar, harus dalam keadaan sunyi.
Tendangan kedua(kemarin malam), posisiku antara duduk dan berbaring(mungkin bahasa yang tepat adalah slonjoran). Sebetulkan aku tidak terlalu ‘ngeh’ kalau yang aku rasakan di perutku itu adalah tendangan si baby, karena saat itu aku sedang konsentrasi mengikuti serial CSI di layar TV saat itu. Aku malah berprasangka bahwa yang kualami saat itu adalah kejang di perut laiknya kalau mata kita cedutan. Jadi aku cuek saja. Namun ketika ada iklan aku baru merasakan dan yakin bahwa itu adalah tendangan si baby. Aku sangat yakin karena tendangannya itu konsisten, berselang sekitar 2/3 detik. Tendangannya lebih kuat dibanding tendangan pertama meskipun masih bisa dikategorikan sebagai tendangan halus. Spontan saja ku panggil mas Indra, dengan maksud untuk membagi perasaan excited tsb. Sayang sekali karena masih berupa tendang-tendangan halus mas Indra tidak bisa ikut merasakannya. Tapi dapat kulihat di matanya, kalau ia pun bisa ikut merasakan perasaanku saat itu.
Alhamdulillah, semakin bertambah usia kandunganku, semakin bertambah pula tanda-tanda yang diberikan Allah kepada kami sebagai calon orang tua dari jabang bayi ini. Meskipun mempunyai anak bukan satu-satunya kebahagiaan yang bisa kita petik selama di dunia ini, namun aku sangatlah bersyukur bahwa Allah memberikan aku kesempatan untuk dapat merasakannya.






