Tentang Jodoh
Kata orang, jodoh ada di tangan Tuhan. Benar tidak sih? Memang setahuku ketika sebuah telur di dalam rahim bertemu dengan air mani dan terjadi pembuahan, saat itulah Allah memberikan takdir(usia, rezeki, jodoh & keturunan) bagi si calon bayi. (cmiiw)
Ada seorang temanku yang santai-santai saja dalam menghadapi hidup. Dia tidak tergugah dan tidak tergiur melihat teman-temannya yang lain sudah berkeluarga. "Kan jodoh di tangan Tuhan. Jadi ya ngapain g repot-repot nyari. Nanti juga datang sendiri." Kira-kira begitu yang selalu diungkapkan temanku tersebut bila ditanya seseorang mengapa ia belum mempunyai calon.
Tapi ada juga seorang teman dari temanku(hmm, mudah-mudahan tidak membingungkan yah) yang berlawanan dengan perilaku temanku sebelumnya. Yaa, sebut saja teman yang kuceritakan awal tadi adalah A dan yang kedua adalah B. Si B ini malah termasuk agresif. Temanku itu sih selalu bilang kalau dia justru sudah dalam tahap desperate, oleh sebab itu dia mulai bertingkah maksa alias agresif. Si B selalu meminta ke teman-temannya untuk dikenalkan dengan seseorang. Bahkan setiap mereka berkumpul, pasti si B langsung mendominasi pembicaraan dengan meminta teman-temannya membantu mencarikan jodoh untuk dia. Si B percaya bahwa segala sesuatu bisa didapat dengan berusaha. Tapiii, apa musti dengan cara seperti itu? Sampai-sampai selalu dia mengorbankan waktu luang teman-temannya itu hanya untuk mendengarkan dan membantu permasalahan dia. Kok terkesan egois yah.
Si A & B memang dua orang yang berbeda. Mereka berdua menginginkan hasil akhir yang sama dengan cara yang berbeda. Kira-kira,cara siapa ya yang paling benar?
Bagi aku sendiri, keduanya masih mempunyai kekurangan masing-masing. Si A terlalu pasrah dan si B terlalu terpaku pada usaha. Seyogyanya memang sebagai seorang muslim kita harus berdoa dan berusaha. Si A akan maksimal dalam menggapai tujuannya bila diiringi dengan usaha. Secara rasio, kemungkinan si A akan bertemu dengan jodohnya sangat kecil bila ia hanya mengharap segala sesuatunya datang kepada dia. Dan Allah juga menyukai hambanya yang berusaha, bukan?. Begitu juga dengan Si B, ia akan lebih berhasil bertemu jodoh bila dia tidak terlalu menggebu-gebu dalam berusaha. Si B harus sadar, bahwa setelah berusaha dia harus pasrah dan menyerahkan semuanya kepada Allah. Jadi tidak akan ada kata-kata desperate yang disandang olehnya.
Kok tiba-tiba aku membahas tentang jodoh sih? Jadiii, hari ini aku bersama temanku(mba nisa) sedang berusaha mengenalkan seorang pria(teman mba nisa) dengan teman wanitaku. Kedua-duanya menurut aku bukan termasuk profil si A ataupun si B. Aku memang bukan Tuhan yang bisa memberikan jodoh kepada hamba-Nya. Tapi siapa tahu, ternyata aku termasuk salah satu alat yang digunakan oleh Allah untuk mempertemukan dua sejoli ini.:)







waah bener2 realita ..emang bingung seh..keinginan allah ma maunya kita tuh berbeda..padahal kita dah lakukan sebaik mungkin cuma kalo kata alloh belom rezeki dan jodo kita mo diapain lagi..so aku yakin setelah kita berusaha ada tawakal dan pasrah..disitu kita rasakan ketenangan dan lebih beryukur pasti ada sesuatu yg terbaik yang allah berikan buat kita,hanya kadang kita terlambat menyadarinya..huhuy..ko kaya curhat ya..eiiit ttg kerjaan baru kita jd macomblang ini dah ke 2 kalinya lho…aku seneng bgtlho karna kita bisa rasain temen kita yg lagi jatuh cinta..haha
Comment dari nisamufti — September 14, 2006 @ 6:56 pm
tuk mba nisa>>>mbaaa..iya ya..mudah2an misi kita berhasil..amiiin..
Comment dari senaz — September 16, 2006 @ 10:51 am
hai.,.,semuanya!!!!!gw janji gak bakal ngecewakan!!!!!
Comment dari ariyono_rion — September 18, 2008 @ 3:55 pm
baguuuuuuuuuuuuuuuuuusssssssssssssssssssss
Comment dari hendra p — October 9, 2008 @ 5:22 pm